IKLAN

Viral IRT Menangis: Suami Meninggal, Anak Opname, Rumah Dimaling! Kombes Jean Calvijn: Kita Pastikan Psikologis Korban Sembuh dan Pelaku Akan Ditangkap

Kapolrestabes Medan Kombes Pol. Dr.Jean Calvijn Simanjuntak, S.I.K, HM.H, didampingi Wakapolrestabes AKBP Rudy Silaen dan Kasat Reskrim AKBP Adrian Riski Lubis saat diwawancarai di Mapolrestabes, Rabu kemarin. (Ist/Sumutpost.id)

MEDAN, Sumutpost.id – Kisah pilu dialami seorang ibu rumah tangga (IRT) di Kota Medan karena rumahnya diduga dibobol maling saat menjaga anaknya yang dirawat di rumah sakit viral di media sosial (medsos). Kapolrestabes Medan, Kombes Pol. Dr. Jean Calvijn Simanjuntak bersama tim bergerak cepat, bertekad menyembuhkan psikologis korban dan memburu pelaku.

Dalam video yang beredar, Dewi yang merupakan korban menceritakan selama hampir dua pekan ia berada di RSUD dr Pirngadi Medan untuk merawat anaknya yang sedang sakit. Saat kembali ke rumah, ia mendapati tempat tinggalnya telah dibobol pencuri dan sejumlah barang berharga raib.

Penderitaan korban semakin menyentuh hati masyarakat karena sebelum peristiwa pencurian itu terjadi, suaminya baru saja meninggal dunia. Belum selesai berduka, ia harus menghadapi cobaan lain ketika anaknya jatuh sakit hingga menjalani perawatan di rumah sakit.

Sambil menahan tangis dalam video yang viral tersebut, korban memohon agar ada pihak yang membantunya. “Aku kemalingan pak, tolonglah aku. Lakik ku meninggal, anak ku sakit masuk rumah sakit, rumah ku dimaling,” ucap korban.

Korban mengaku telah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian serta menyampaikan peristiwa itu kepada kepala lingkungan. Namun saat itu, ia merasa belum memperoleh solusi yang diharapkannya.

Inilah ibu yang rumahnya dibobol maling saat rawat anaknya di rumah sakit di Medan. (Ist/Sumutpost.id)

Menanggapi hal itu, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Jean Calvijn Simanjuntak didampingi Wakapolrestabes AKBP Rudy Silaen dan Kasat Reskrim AKBP Adrian Riski Lubis kepada wartawan, Rabu (1/7/2026) di Mapolrestabes mengatakan, kepolisian tidak hanya fokus mengungkap pelaku kejahatan, tetapi juga memastikan kondisi psikologis korban segera pulih.

BACA JUGA..  Kejati Sumut Hentikan Kasus Penganiayaan di Sergai, Ini Alasannya

“Begitu mendapat informasi dan melihat berita viral tersebut, saya langsung memerintahkan Kasat Reskrim untuk mengundang ibu itu. Langkah pertama yang kami lakukan adalah pemulihan psikis atau trauma healing, karena korban mengalami guncangan yang sangat berat akibat musibah yang datang secara berturut-turut,” ujarnya.

Menurut Calvijn, korban bersama anaknya dibawa ke Polrestabes untuk mendapatkan pendampingan psikologis serta pemeriksaan kesehatan oleh tim yang dimiliki kepolisian. Langkah itu dilakukan agar kondisi mental korban dapat kembali pulih sebelum menjalani proses hukum. Sebagai bentuk kepedulian, kepolisian juga mengganti barang-barang yang hilang akibat aksi pencurian.

BACA JUGA..  Jual Sabu Kepada Petugas, Dua Bandar Diamankan Polres Tanjungbalai

“Kami memastikan barang-barang yang hilang kami belikan kembali dan kami serahkan kepada korban. Harapan kami, setidaknya hal itu bisa meringankan beban dan mengembalikan semangatnya,” katanya.

Meski demikian, Calvijn menegaskan proses hukum terhadap pelaku pencurian tetap menjadi perhatian serius. Ia telah menginstruksikan jajaran Satreskrim untuk mengusut tuntas kasus tersebut.

“Ini harus ditindaklanjuti dan diungkap. Persoalannya bukan sekadar nilai kerugian, tetapi keberanian pelaku masuk ke rumah warga. Tindakan seperti ini mengganggu rasa aman masyarakat dan tidak boleh dibiarkan,” tegasnya.

Ia berharap penanganan kasus berjalan maksimal sehingga masyarakat benar-benar merasakan kehadiran Polri, terutama dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada warga. (msp)