HUMBAHAS, Sumutpost.id – Siswa SMP Negeri di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Provinsi Sumatera Utara, diduga keracunan usai menyantap menu makan bergizi gratis.
Kasus dugaan keracunan tersebut terjadi di SMP Negeri 3 Nagasaribu Kecamatan Lintongnihuta, Rabu (01/04/2026).
Salah satu siswa kelas VIII , Lince boru Hutasoit (13) mengatakan, awalnya ia menyantap menu MBG yang dibagikan disekolah mereka.
Dia mengaku, usai menyantap MBG mengalami gejala muka bermerah, lemas dan sesak napas.
”Muka saya bermerah, lemas, dan sesak,” kata Lince saat diwawancarai diruangan anak RSUD Doloksanggul didampingi ayahnya Parlindungan Hutasoit (54).
Lince, diantara dari 13 siswa SMP Negeri 3 Nagasaribu yang keracunan, diduga usai menyantap makan bergizi gratis (MBG), harus mendapat perawatan medis lebih lanjut.
Selain Lince, ada juga siswa kelas VII yang juga mendapat perawatan serupa, dia adalah Dame Taruli boru Siregar (13).
Dame mengaku, usai menyantap makan bergizi lemas, dan sesak. ”Sesak disini (tangannya menunjukkan ulu hati) sampai sekarang,” katanya sembari ditemani oppung borunya (neneknya), bernama Tani boru Sinaga.
Informasi yang diperoleh menyebutkan, kasus dugaan keracunan ini, heboh ditengah masyarakat Humbahas, khususunya warga Lintongnihuta. Lince dan Dame, ternyata diantara dari 13 orang yang diduga keracunan usai menyantap makan bergizi gratis (MBG) yang mendapat penanganan medis dari RSUD Doloksanggul.
Mereka adalah, REY RIVALDO HUTASOIT, 13 tahun (L), warga Nagasaribu III, ANISA ANDAT DAMAYANT, 17 tahun (P), warga Nagasaribu IV, ELISA SIMARMATA, 17 tahun (P), warga Nagasaribu II, MELVA LENNY NORAIDA, 46 tahun (P), warga Siborongborong.
SUMARDI LUMBANTORUAN, 18 tahun (L), warga Nagasaribu V, MESSI LUMBANTORUAN, 12 tahun (L), warga Nagasaribu V, BUNGARIA LUMBANTORUAN, 16 tahun (P), warga Nagasaribu V.
Dan, RINI YANTI NABABAN, 20 tahun (P), warga Nagasaribu III, SILVIANA PURBA, 14 tahun (P), warga Nagasaribu IV, PHILIP SIANTURI, 13 tahun (L), warga Nagasaribu II, MONA SIBURIAN, 14 tahun (P), warga Lumban barat.
”11 orang sudah pulang, 2 lagi lagi mendapat perawatan di ruangan anak,” terang salah satu perawat di bagian IGD RSUD Doloksanggul.
Lince, Dame Tidak Memiliki Riwayat Sakit Lambung
Sementara, Parlindungan, orangtua Lince mengaku, terkejut mendengar anak keenamnya ini dari enam bersaudara keracunan usai makan bergizi gratis (MBG).
Ia pun, dari rumahnya bergegas ke puskesmas untuk mendapatkan Lince. ”Saya sampai di puskesmas, dia (Lince) sudah dibawa ke rumah sakit,” terangnya.
Lince, ternyata selama ini tidak pernah memiliki riwayat penyakit sakit perut atau lambung. “Tidak pernah, dibawa ke bidan, ke puskesmas pun tidak pernah,” kata Parlindungan ketika disinggung soal riwayat Lince, apakah pernah memiliki penyakit perut atau lambung.
Begitu juga, oppung boru (nenek) Dame, siswa kelas VII inii, Tiani Boru Sinaga, namanya. Sejak cucunya ini diasuh mulai kelas VII, Dame tidak pernah sakit. ”Sehatnya dia, kebal, tidak pernah sakit,” katanya.
Kadis Pendidikan Dan Kesehatan P2KB Bungkam
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Martahan Panjaitan , dan Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Nagasaribu Heppy Naibaho, hingga berita ini diturunkan enggan menjawab. Begitu juga, Kepala Dinas Kesehatan P2KB Alexander Gultom. Mantan ASN dari Pemkab Tapanuli Utara ini, malah mengaku, tidak dapat memberikan informasi seputar Dugan keracunan makan bergizi gratis MBG. (msp)







