IKLAN IKLAN

Proyek Penimbunan Lahan SMP Swasta Darul Ulum Aceh Tenggara Rp192 Juta Disorot

Proyek Penimbunan lahan di lingkungan SMPS Darul Ulum yang bersumber dari APBK-DAU Tahun Anggaran 2026. (Tarmizi Sekedang/Sumutpost.id)

AGARA, Sumutpost.id – Proyek Penimbunan lahan di lingkungan SMP swasta Darul Ulum yang bersumber dari APBK-DAU Tahun Anggaran 2026 mulai menjadi perhatian setelah di lokasi pekerjaan terlihat batang pohon pisang dan sisa vegetasi diduga ikut tertimbun material tanah dan batu tanpa pembersihan lahan secara menyeluruh.

Berdasarkan papan proyek yang terpasang di lokasi, pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh CV. Hawa Madinah dengan nilai kontrak sebesar Rp192.279.000. Kegiatan itu berada di bawah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Tenggara dengan masa pelaksanaan selama 90 hari kalender, terhitung sejak 24 April 2026 hingga 22 Juli 2026.

BACA JUGA..  Buang Kotak Rokok Berisi Sabu, Tiga Bandar Dibekuk di Binjai Timur

Pantauan di lapangan menunjukkan material timbunan berupa campuran tanah dan batu sungai telah menutupi sebagian area sekolah. Namun di beberapa titik masih tampak batang pohon pisang dan material organik lainnya berada di bawah timbunan.

Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan terkait metode pelaksanaan pekerjaan dan kesesuaiannya dengan spesifikasi teknis konstruksi. Dalam pekerjaan penimbunan, tahapan pembersihan lahan umumnya dilakukan terlebih dahulu untuk menghindari tertinggalnya material organik yang berpotensi membusuk dan menyebabkan penurunan tanah.

BACA JUGA..  Eddy Samrah Limbong, Putra Kutacane Jabat Aspidum Kejati Aceh

Selain pelaksana proyek, perhatian juga tertuju pada fungsi pengawasan pekerjaan. Berdasarkan papan informasi proyek, pengawasan kegiatan tersebut dilakukan oleh CV. Andaman Karya Perdana, sementara perencanaan tercatat dikerjakan oleh CV. Waqasly Multy Creation.

Pihak terkait diharapkan dapat memberikan penjelasan terbuka mengenai metode pekerjaan penimbunan, tahapan pembersihan lahan, volume material, serta kesesuaian pelaksanaan pekerjaan dengan spesifikasi teknis proyek pemerintah.

BACA JUGA..  Tim Gabungan TNI-Polri Gelar Patroli Dialogis, Guna Ciptakan Kamtibmas

Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak terkait mengenai kondisi material organik yang terlihat masih tertimbun di area proyek tersebut.

Berita ini disusun berdasarkan hasil pantauan lapangan pada tanggal 7 mei 2026 dan tetap membuka ruang hak jawab serta klarifikasi dari seluruh pihak terkait. (msp)