KARO, Sumutpost.id – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono, memberikan respon cepat dan tegas atas dugaan keracunan ratusan siswa dari beberapa SMA/SMK di Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, pada Kamis 13 Agustus 2026.
Sudaryono juga mengatakan bahwa pihaknya akan segera menerjunkan tim untuk melakukan pengecekan langsung ke lokasi kejadian.
“Jika terbukti terjadi keracunan, BGN menyatakan sanksi tegas dapat diberikan, mulai dari penghentian sementara dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) hingga pencopotan kepala SPPG,” tegas Sudaryono saat dikonfirmasi sejumlah wartawan di Jakarta.
Diberitakan sebelumnya, suasana darurat menyelimuti sejumlah fasilitas kesehatan di Kabupaten Karo menyusul dugaan kasus keracunan massal yang menimpa ratusan pelajar dari SMA Negeri 1 Berastagi serta SMA dan SMK Swasta Bersama akibat program Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Berdasarkan pantauan di lapangan hingga pukul 18.10 WIB, sebanyak 269 siswa dilarikan dan mendapat perawatan intensif di berbagai fasilitas kesehatan yang tersebar di Kota Kabanjahe dan Berastagi.
Sesuai data yang berhasil dirangkum media, terdapat sejumlah fasilitas kesehatan tempat korban menjalani perawatan, seperti:
* RS Efarina Etaham Berastagi
* RS Swasta Amanda
* RS Mina
* Klinik Yoreskita
* RSUD Kabanjahe
Keluarga korban dan masyarakat tampak memenuhi area IGD RS Efarina Etaham di Desa Raya Berastagi untuk memantau kondisi para siswa yang sebagian besar datang menggunakan ambulans serta kendaraan darurat.

Peninjauan Langsung Forkopimda Karo
Menanggapi insiden darurat ini, Bupati Karo Brigjen Pol. (Purn.) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes bersama Kapolres Karo AKBP Pebriandi Haloho, S.H., S.I.K., M.Si dan Dandim 0205 Tanah Karo Letkol Inf Robert Panjaitan langsung turun tangan.
Mereka meninjau langsung kondisi siswa yang mengalami keracunan di RS Efarina Etaham Berastagi, RS Amanda, hingga RSUD Kabanjahe guna memastikan penanganan medis yang optimal diberikan oleh tim dokter.
Rincian Data Korban
Hingga berita ini diturunkan, terkonfirmasi belum ada korban jiwa. Berdasarkan data dari Kepala Cabang Dinas (Kacabdis) Pendidikan Wilayah IV Provinsi Sumatera Utara, Zulkarnain Barus, S.Pd., M.Pd berikut adalah rincian jumlah korban yang sedang menjalani perawatan:
1. SMA Negeri 1 Berastagi : 204 orang
2. SMA Swasta Bersama : 25 orang
3. SMK Swasta Bersama : 40 orang
Total Keseluruhan: 269 orang siswa
Pihak berwenang menyatakan bahwa jumlah tersebut masih berpotensi bertambah. Saat ini, fokus utama diarahkan pada penanganan kesehatan para korban, sementara penyebab pasti dugaan keracunan dari program MBG ini masih dalam tahap investigasi dan penyelidikan lebih lanjut. (msp)








