BINJAI, Sumutpost.id – Seorang siswa SMA Negeri 2 Binjai, MZA, diduga menjadi korban pengeroyokan di lingkungan sekolah. Kasus tersebut kini telah dilaporkan orangtuanya ke Polres Binjai.
Laporan dibuat oleh orangtua korban, Aidil Syahputra, pada Senin (21/9/2026) dengan Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) STLP/B/510/IX/2026/SPKT/Polres Binjai/Polda Sumatera Utara.
Dalam laporan itu, korban diduga dikeroyok oleh tiga orang yang dilaporkan berinisial A, Z dan Y yang disebut sebagai guru olahraga di sekolah tersebut.
Peristiwa terjadi pada Rabu (16/9/2026) sekitar pukul 16.15 WIB, di lingkungan SMA Negeri 2 Binjai, Jalan Padang, Kelurahan Rambung Dalam, Kecamatan Binjai Selatan.
Berdasarkan uraian dalam laporan, korban saat itu berada di lokasi bersama sejumlah pihak. Korban kemudian diduga dipukul pada bagian kepala hingga terjatuh.
Saat korban telah terjatuh, para terlapor kembali melakukan pemukulan dan tendangan ke tubuh korban. Bahkan korban sempat memohon ampun.
Akibat kejadian itu, korban mengalami sejumlah luka dan keluhan fisik, diantaranya pembengkakan pada bagian kepala, muntah-muntah, serta rasa sakit pada kedua tangan, kedua kaki dan bagian perut. Korban selanjutnya menjalani perawatan di rumah sakit dan masih mendapatkan penanganan medis.
Keberatan atas kejadian yang menimpa anaknya, Aidil Syahputra kemudian melaporkan perkara tersebut ke Polres Binjai untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.
Kepala Sekolah Mengaku Baru Mengetahui
Kepala SMA Negeri 2 Binjai, Juliana br Sitepu, saat dikonfirmasi, Jumat (25/9/2026), mengaku baru mengetahui adanya persoalan tersebut.
Menurut Juliana, Muhammad Nazmi Andra merupakan siswa yang cenderung pendiam dan kurang bergaul di lingkungan sekolah.
Sementara terkait nama Yudi yang turut disebut dalam laporan, Juliana mengatakan bahwa yang bersangkutan merupakan guru olahraga di SMA Negeri 2 Binjai dan telah lama mengajar.
“Korban memang anaknya pendiam dan kurang bergaul, kalau Pak Yudi, beliau profesional dan sudah lama mengajar di sini,” ujar Juliana melalui sambungan telepon.
Juliana juga menyatakan pihak sekolah siap berkoordinasi dengan kepolisian apabila diperlukan untuk memberikan keterangan maupun informasi terkait persoalan tersebut.
Kasus dugaan pengeroyokan ini kini bergulir di Polres Binjai. Kepolisian diharapkan dapat mengungkap secara terang kronologi kejadian, termasuk memastikan pihak-pihak yang terlibat serta fakta sebenarnya di balik laporan tersebut. (msp)








