IKLAN

Update Terkait Kematian Winda Lorenza, Kompolnas Pastikan Tidak Ada Tanda – Tanda Kekerasan Pada Tubuh Korban

Komisioner Kompolnas, Choirul Anam memaparkan update terkait kematian Winda Lorenza di Mapolrestabes Medan (23/9). Disebut Kompolnas, tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.(Ist/Sumutpost.id)

MEDAN, Sumutpost.id – Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), ikut mendalami penyebab kematian Winda Lorenza yang meninggal dunia dengan luka tembak di kepala. Hasil pendalaman, Kompolnas tidak menemukan adanya tanda – tanda kekerasan di tubuh mantan istri Brigadir IH itu.

Kepada wartawan di Polrestabes Medan, Rabu 23 September2026 sore, Komisioner Kompolnas, Choirul Anam menyebut jika sejumlah luka di tubuh korban yang menjadi perhatian publik dan sempat menimbulkan perdebatan, dipastikan bukan karena tindak kekerasan.

BACA JUGA..  Banjir Bandang di Aceh Tenggara, Jalan Provinsi Putus

“Luka di matanya itu karena pendarahan akibat tembakan di kepala, karena kalau benturan otomatis pupil mata atau bola mata juga memar atau ada kemerahan, sedangkan bola mata korban ini tetap putih bersih,” ungkap Choirul Anam.

Selain memar di mata, Choirul Anam juga mendalami perihal dugaan luka tusuk dan memar lain di beberapa bagian tubuh korban.

BACA JUGA..  Kado HUT RI ke 81! Polrestabes Medan Gagalkan Peredaran 622 Pod Getar Asal Malaysia di Jl Iskandar Muda

Terkait dengan jahitan di tubuh korban, dipastikan bukan akibat luka tusukan melainkan jahitan karena tindakan autopsi.

“Kami melihat foto setelah korban diautopsi dan sebelum korban diautopsi. Foto sebelum diautopsi bersih tanpa adanya luka jahitan atau karena benda tajam lainnya, sedangkan setelah diautopsi ada jahitan autopsi. Kami juga melihat foto saat korban masih di dalam kantong jenazah sebelum dilakukan tindakan autopsi,” tambah Choirul Anam.

BACA JUGA..  Brimobdasu Amankan 5 Orang saat Gerebek Narkoba

Masih Choirul Anam, katanya, terkait dengan penyebab kematian korban, dipastikan karena tembakan di bagian kepala, yang hasil pemeriksaan disebabkan karena korban sendiri.

“Kami periksa senjatanya, penggunaan peluru dengan senjatanya sama, identik peluru yang digunakan dengan sidik jari identik. Jelaga atau residu mesiu itu ditemukan dimana saja, dan semua penjelasan itu masuk logika,” pungkas Choirul Anam. (msp)