IKLAN

Orangtua Siswa SMAN 2 Binjai Buka Suara, Minta Dugaan Penganiayaan Diusut Tuntas

Orangtua siswa SMA Negeri 2 Binjai, Muhammad Nazmi Andra (MZA), Aidil Syahputra, buka suara terkait dugaan kekerasan yang dialami anaknya di lingkungan sekolah. (Melky/Sumutpost.id)

BINJAI, Sumutpost.id – Orangtua siswa SMA Negeri 2 Binjai, Muhammad Nazmi Andra (MZA), Aidil Syahputra, buka suara terkait dugaan kekerasan yang dialami anaknya di lingkungan sekolah.

Kasus tersebut telah dilaporkan ke Polres Binjai dan kini masih dalam proses penanganan pihak kepolisian.

Aidil mengatakan, keputusan keluarga menempuh jalur hukum bukan semata-mata untuk mencari siapa yang salah, melainkan untuk memastikan dugaan kekerasan yang dialami anaknya dapat diungkap secara terang berdasarkan fakta dan alat bukti.

Menurutnya, keluarga ingin mengetahui secara jelas rangkaian kejadian yang sebenarnya, termasuk pihak-pihak yang diduga terlibat.

“Kami ingin persoalan ini diusut sampai tuntas. Kami ingin tahu apa sebenarnya yang terjadi terhadap anak kami dan siapa saja yang bertanggung jawab. Jangan sampai persoalan ini dianggap sepele, karena yang mengalami adalah anak kami,” ujar Aidil kepada awak media Senin (28/9).

Dugaan kekerasan tersebut disebut terjadi pada Rabu (16/9/2026) sekitar pukul 16.15 WIB di lingkungan SMA Negeri 2 Binjai, Jalan Padang, Kelurahan Rambung Dalam, Kecamatan Binjai Selatan.

Berdasarkan laporan polisi yang dibuat keluarga pada Senin (21/9/2026), MZA disebut diduga mengalami kekerasan yang melibatkan tiga orang berinisial A, Z dan Y.

Dalam laporan tersebut, korban disebut mengalami pemukulan hingga terjatuh. Saat berada dalam posisi terjatuh, korban diduga kembali mendapat pukulan dan tendangan.

Akibat kejadian tersebut, berdasarkan keterangan pihak keluarga, korban mengalami sejumlah keluhan fisik, di antaranya pembengkakan pada bagian kepala, muntah-muntah serta rasa sakit pada kedua tangan, kedua kaki dan bagian perut. Korban kemudian menjalani pemeriksaan dan perawatan medis.

Aidil mengatakan, kondisi anaknya setelah kejadian menjadi salah satu pertimbangan keluarga untuk membawa persoalan tersebut ke jalur hukum.

“Yang kami minta sederhana, usut kejadian ini sampai tuntas. Kami ingin semuanya diperiksa secara jelas dan transparan. Kalau memang ada yang terlibat, biarlah penyidik yang membuktikannya berdasarkan fakta dan alat bukti,” katanya.

Ia juga berharap para pihak yang mengetahui kejadian tersebut dapat memberikan keterangan kepada penyidik agar perkara tidak berkembang menjadi simpang siur.

“Kami serahkan prosesnya kepada kepolisian. Kami tidak ingin membuat kesimpulan sendiri. Kami hanya ingin fakta sebenarnya terungkap dan proses hukumnya berjalan secara objektif,” ujar Aidil.

Sekolah Siap Berkoordinasi

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 2 Binjai, Juliana br Sitepu, saat dikonfirmasi mengatakan pihak sekolah siap berkoordinasi dengan kepolisian apabila diperlukan dalam proses penanganan perkara tersebut.

Juliana menyebut MZA merupakan siswa yang cenderung pendiam dan kurang bergaul di lingkungan sekolah.

Sementara terkait Yudi yang disebut dalam laporan, Juliana mengatakan yang bersangkutan merupakan guru olahraga yang telah lama mengajar di SMA Negeri 2 Binjai.

“Korban memang anaknya pendiam dan kurang bergaul. Kalau Pak Yudi, beliau profesional dan sudah lama mengajar di sini,” ujar Juliana.

Hingga berita ini ditulis, perkara tersebut masih dalam penanganan Polres Binjai. Penyidik diharapkan dapat mengungkap kronologi secara menyeluruh berdasarkan keterangan saksi, alat bukti serta hasil penyelidikan. (msp)