KARO, Sumutpost.id – Suasana mencekam dan darurat menyelimuti sejumlah fasilitas kesehatan di Kabupaten Karo, menyusul dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan siswa SMA Negeri 1 Berastagi akibat makanan bergizi (MBG).
Berdasarkan pantauan di lapangan hingga pukul 16:10 WIB, lebih dari 100 orang siswa dilarikan dan mendapat perawatan intensif di sejumlah rumah sakit.
Fasilitas kesehatan yang dipadati oleh para korban di antaranya adalah RS Efarina Etaham Berastagi, RS Swasta Amanda serta RSUD Kabanjahe.
Keluarga korban dan masyarakat tampak memenuhi area IGD rumah sakit untuk memantau kondisi para siswa yang sebagian besar datang menggunakan ambulans serta kendaraan darurat.
Menanggapi insiden darurat ini, Bupati Karo Brigjen Pol. (Purn.) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes. Bersama Kapolres Karo AKBP Pebriandi Haloho, S.H., S.I.K., M.Si, turun tangan meninjau lokasi secara langsung.
Keduanya tampak hadir di RS Efarina Etaham Berastagi untuk memantau penanganan medis yang diberikan oleh tim dokter kepada para siswa SMA Negeri 1 Berastagi tengah terbaring lemah.
Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang dan tim medis masih berfokus pada penanganan kesehatan para korban, sementara penyebab pasti dari dugaan keracunan MBG ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut.
Terpisah, Zulkarnain Barus, M.Pd Kepala Cabang Dinas (Kacabdis) Pendidikan Wilayah IV Provinsi Sumatera Utara, kepada Sumutpost.id melalui pesan aplikasi WhatsApp, menjelaskan total siswa yang dilarikan ke sejumlah rumah sakit 265 orang terdiri dua sekolah berbeda.
“Ini data siswa kita ya bang. Semuanya sudah ditangani dan tidak ada yg meninggal. Total SMA Negeri 1 Berastagi 202 orang. Total SMA Swasta Bersama 25 orang. Total SMK Swasta Bersama 38 orang. Total keseluruhan 265 orang,” ujar Zulkarnain Barus. (msp)







