IKLAN

Wakil Rektor II IT&B Indonesia Asprina Surbakti Tewas di Rumahnya Kompleks Elite Je Khesain

Rumah pribadi korban di Kompleks Perumahan Je-khesain, Desa Raya, Kecamatan Berastagi. Tampak Sudah dipasangi garis line oleh aparat kepolisian. (Daris Kaban/Sumutpost.id)

​KARO, Sumutpost.id – Wakil Rektor II Institut Teknologi dan Bisnis (IT&B) Indonesia, Asprina br Surbakti, M.Kom (38), ditemukan meninggal dunia di rumahnya di Kompleks Perumahan Je-khesain, Desa Raya, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, pada Jumat (25/9/2026) malam. Kasus ini diduga kuat tindak pidana pembunuhan.

​Keterangan diperoleh, peristiwa tragis ini pertama kali diketahui oleh pihak keluarga sekitar pukul 21.00 WIB. Kecurigaan bermula ketika keluarga mencoba menghubungi korban melalui telepon seluler secara berulang, namun tidak ada jawaban.
​
Merasa khawatir, pihak keluarga mendatangi kediaman korban di Kompleks Perumahan Je-Khesain. Setibanya di lokasi, pintu rumah korban dalam keadaan terkunci.

Didampingi petugas keamanan (security) perumahan, keluarga akhirnya memutuskan untuk membuka paksa pintu rumah dan mendapati korban sudah tidak bernyawa.

​Petugas keamanan perumahan, marga Ginting, memperkirakan insiden tersebut terjadi pada pagi hari. Berdasarkan keterangan tetangga sebelah rumah, sempat terdengar suara jeritan dari dalam rumah korban sekitar pukul 07.30 WIB. Namun, warga sekitar tidak menyangka hal itu merupakan tindakan kejahatan karena situasi masih pagi dan rumah dalam keadaan tertutup.

Hasil pantauan di lokasi, dari mulut korban ditemukan adanya darah, sementara mobil pribadi korban dilaporkan dibawa kabur oleh pelaku dan kemudian ditemukan ditinggalkan di jalan lintas arah Medan.

Terpisah, Rektor IT&B Indonesia, David Sembiring, membenarkan kabar duka tersebut saat dikonfirmasi pada Sabtu (26/9/2026). Ia menyebutkan bahwa jenazah almarhumah telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk keperluan autopsi.

​”Sekitar jam sembilan malam, jenazah almarhumah Asprina sampai ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan guna keperluan autopsi,” ujar David.

​David menyatakan bahwa pihak kampus bersama keluarga masih menunggu hasil autopsi resmi dari pihak berwajib guna mengetahui penyebab pasti kematian korban.

Semasa hidupnya, Asprina dikenal sebagai sosok yang berdedikasi tinggi dan sangat memperhatikan tugas-tugasnya di lingkungan kampus. Almarhumah diketahui telah bergabung dengan IT&B Indonesia sejak tahun 2010. David juga mengenang bahwa pertemuan terakhirnya dengan korban di Kampus IT&B Medan pada Rabu (23/9/2026) lalu.

“Jejak kebaikan, semangat, dan pengabdian yang telah beliau tinggalkan akan senantiasa menjadi kenangan yang berharga bagi kita semua,” kenang David penuh duka.

Sementara itu, jajaran Polres Karo bersama unit Reskrim Polsek Berastagi saat ini masih bekerja keras mengumpulkan sejumlah barang bukti di tempat kejadian perkara (TKP), termasuk memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi perumahan.

“Masih dalam tahap penyelidikan ya,” pungkas Kasi Humas Polres Karo, AKP Pedoman Maha. (msp)