BINJAI, Sumutpost.id – Aksi teror yang diduga dilakukan oknum organisasi kemasyarakatan (ormas) di Namu Ukur Selatan, Kecamatan Sei Bingei, Kabupaten Langkat, kian meresahkan warga.
Teror tersebut disebut-sebut menyasar seorang warga bernama Esra Ginting, pasca penangkapan tersangka Bacok Ginting oleh Satuan Reskrim Polres Binjai.
Esra Ginting mengungkapkan, dirinya justru semakin terancam setelah penangkapan tersebut. Ia mengaku kerap diteror oleh rekan-rekan Bacok Ginting yang datang menggunakan mobil beratribut ormas serta sejumlah sepeda motor.
“Teror dilakukan dengan cara menggeber knalpot dan menyeret kelewang di sekitar rumah saya. Sampai sekarang sudah sembilan kali mereka lakukan,” ujar Esra saat ditemui di Polres Binjai, Selasa (20/4/2026).
Menurutnya, aksi tersebut tidak hanya mengancam dirinya, tetapi juga menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Warga sekitar bahkan telah melakukan penjagaan kampung secara mandiri selama tiga hari terakhir guna mengantisipasi kemungkinan bentrokan.
“Warga sudah berjaga-jaga. Situasinya sangat tegang, tinggal menunggu waktu saja kalau tidak segera ditangani,” ungkapnya.
Esra menduga aksi teror itu melibatkan seorang oknum ketua PAC salah satu ormas berinisial RS bersama sejumlah rekannya. Ia berharap pihak kepolisian segera mengambil tindakan tegas terhadap para pelaku.
“Saya berharap Kapolres Binjai AKBP Mirzal Maulana segera menangkap para pelaku agar situasi kembali kondusif. Saya melihat langsung oknum tersebut di lokasi kejadian,” tegasnya.
Menanggapi hal itu, Kasat Reskrim Polres Binjai AKP Hizkia Siagian menyatakan pihaknya serius menangani kasus tersebut.
Namun, hingga saat ini belum ada saksi yang dapat memastikan keterlibatan oknum berinisial RS.
“Jika ada saksi yang memastikan, tentu akan kami tindak lanjuti dan melakukan penangkapan. Hingga kini, tersangka Bacok Ginting juga belum menyebutkan keterlibatan RS,” ujar AKP Hizkia. (msp)







