IKLAN IKLAN
MEDAN  

Ketua JMSI Sumut Soroti Tantangan Pers di Era Hoaks dan Tekanan Indepedensi

Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Sumatera Utara, Rianto SH MH. (Ist/Sumutpost.id)

MEDAN, Sumutpost.id – Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Sumatera Utara, Rianto SH MH, menegaskan bahwa peran pers sangat krusial dalam menjaga demokrasi dan stabilitas sosial, terutama di tengah kondisi Sumatera Utara yang dinilai sedang tidak baik-baik saja.

Dalam momentum peringatan Hari Kebebasan Pers Dunia, Rianto menyoroti berbagai tantangan yang saat ini dihadapi insan pers, mulai dari derasnya arus informasi digital hingga maraknya penyebaran hoaks yang dapat memengaruhi opini publik.

BACA JUGA..  Perkuat Sinergi Eksekutif–Legislatif, Bobby Nasution Buka Puasa Bersama DPRD Sumut

“Pers hari ini dihadapkan pada tantangan serius. Arus informasi begitu cepat, namun tidak semuanya benar. Di sinilah peran pers dibutuhkan untuk menyaring, memverifikasi, dan menyajikan informasi yang akurat kepada masyarakat,” ujarnya didampingi sekretaris JMSI Sumut, Zulham Efendi, SH, Senin (4/5/2026).

Ia yang didampingi bersama pengurus JMSI Sumut, JMSI Tabagsel dan JMSI Medan menekankan bahwa kebebasan pers bukan sekadar hak, melainkan tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan profesionalisme dan integritas tinggi.

BACA JUGA..  Disaksikan Pj Gubsu, Pengusaha Media dan Jurnalis Sumut Deklarasi Pilkada Damai dan Netral

Menurut Rianto, dalam situasi daerah yang dinilai kurang kondusif, media tidak boleh kehilangan peran. Justru, pers harus hadir sebagai kontrol sosial yang objektif serta menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat dan pemerintah.

“Kondisi Sumatera Utara saat ini memang tidak baik-baik saja. Pers tidak boleh absen. Media harus hadir menyampaikan fakta, memberikan edukasi, dan menjaga agar situasi tetap kondusif,” tegasnya.

BACA JUGA..  Lepas Sambut Pangdam I/BB, Gubernur Bobby Nasution Sebut Kolaborasi, Komunikasi, dan Interaksi Kunci Keberhasilan Pembangunan

Rianto juga mengingatkan pentingnya menjaga independensi media dari berbagai tekanan yang dapat memengaruhi pemberitaan. Ia mengajak seluruh insan pers untuk tetap berpegang pada prinsip jurnalistik dan mengedepankan kepentingan publik di atas segalanya.

“Pers harus tetap kritis, independen, dan berpihak pada kebenaran. Itu adalah kunci menjaga kepercayaan masyarakat,” pungkasnya. (msp)