IKLAN

Bentrok Saat Penanaman Eucalyptus di Desa Simare, Security TPL Dibacok dan Mobil Dibakar

Security PT Toba Pulp Lestari (TPL), Renhard Sitorus dibacok di bagian kepala saat terlibat bentrok dengan warga di Dusun Na Tinggir, Desa Simare, Kecamatan Borbor, Kabupaten Toba, Kamis kemarin. (Ist/Sumutpost.id)

TOBA, Sumutpost.id – Salah seorang security PT Toba Pulp Lestari (TPL) bernama Renhard Sitorus dibacok di bagian kepala saat terlibat bentrok dengan warga di Dusun Na Tinggir, Desa Simare, Kecamatan Borbor, Kabupaten Toba.

Selain itu, satpam lainnya mengalami luka akibat lemparan. Seluruh korban dilarikan ke RSUD Porsea. Kejadian tersebut terjadi di Dusun Na Tinggir Desa Simare Kecamatan Borbor Kabupaten Toba, Kamis (7/8/2025) sekira pukul 10.00 WIB kemarin.

Hal ini dibenarkan oleh Camat Borbor, James Pasaribu menyebut bentrok terjadi pada Kamis (7/8/2025) pagi sekira pukul 10.00 WIB.

BACA JUGA..  PT TPL Tbk Raih Penghargaan Prima Wana Karya 2025

“Saat perusahaan TPL kembali ingin menanam eucalyptus di lahan konsesi mereka Kamis (7/8/2025). Ntah kenapa saya kurang tau karena saya tidak berada di lokasi, mereka bentrok dan terjadilah korban pembacokan,” terang James Pasaribu.

Informasi diperoleh, sebelum para pekerja tiba di lokasi, karyawan TPL, mitra plantation, dan tim MPA (Masyarakat Peduli Api) dihentikan oleh sekelompok orang yang mengaku masyarakat Dusun Na Tinggir Desa Simare, Kecamatan Borbor yang berjumlah sekitar 40 orang.

Sekira pukul 11.00 WIB, saat melintasi simpang empat Na Tinggir, rombongan kembali dihentikan lagi oleh orang yang sama dan mereka meminta pekerjaan penanaman eucalyptus dihentikan karena menurut warga, lahan yang ditanami merupakan lahan warga Dusun Na Tinggir.

BACA JUGA..  TPL Salurkan Dukungan Untuk 2 Gereja di Kabupaten Toba

Terjadi perdebatan antara pihak perusahaan dengan kelompok tersebut di lokasi. Selama perdebatan, beberapa orang dari kelompok tersebut melemparkan tiga kantong plastik berisi bensin ke arah mobil Edy Sianturi.

Lalu salah seorang dari kelompok tersebut menyalakan api dengan tujuan membakar mobil karyawan TPL. Api sempat menyala di bagian bawah kendaraan.

Akibat insiden ini, beberapa orang mengalami luka seperti Renhard Sitorus (petugas keamanan) mengalami luka bacok di kepala, Aldi Gea (pekerja mitra dari PT RBN) mengalami luka robek di kepala akibat lemparan batu, Prima Sihombing (karyawan TPL) mengalami lebam karena dipukul, Robinson Hutapea tokoh masyarakat mengalami pemukulan di bagian kepala.

BACA JUGA..  Perkuat Keterbukaan Informasi, TPL Terima Kunjungan UGN Sidimpuan

Sementara dari keterangan personil Polsek Habinsaran, korban dari Dusun Na Tinggir bernama Tamrin Pasaribu dan Waleo Pasaribu. Banyak masyarakat menduga jika ada peran KSPPM dibelakang kejadian tersebut.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, pernyataan resmi dari pihak PT.TPL Tbk belum ada. (msp)