IKLAN IKLAN

Tahanan Titipan Polsek Air Batu Tewas Saat Dievakuasi Petugas Lapas Labuhan Ruku: Keluarga Temukan Luka Lebam di Tubuh Korban

Kiri: Kondisi punggung FIP tampak membiru dan diduga bekas benda tumpul, dan (kanan) wajah FIP tampak menyeluruh. (Ist/Sumutpost.id)

ASAHAN, Sumutpost.id – Kabar duka sekaligus keganjilan datang dari institusi pemasyarakatan. Seorang pria bernama Fanni Ismail Perangin-angin (FIP), usia 41 tahun, warga Dusun II Hessa Perlompongan, Kecamatan Air Batu, dilaporkan meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju fasilitas kesehatan pada Kamis 7 Mei 2026.

​FIP merupakan tahanan titipan dari Polsek Air Batu, Polres Asahan, yang sedang menjalani masa penahanan di Lapas Labuhan Ruku.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebelum dinyatakan meninggal dunia, korban sempat dilarikan oleh petugas Lapas Labuhan Ruku menuju Puskesmas Labuhan Ruku karena kondisinya yang memburuk. Namun nahas, dalam perjalanan di bawah pengawalan petugas, nyawa korban tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia sebelum sempat mendapatkan perawatan medis di Puskesmas.

BACA JUGA..  IRT Dibegal Menggunakan Pistol Saat Hendak Belanja di Tebingtinggi

​Temuan Luka Yang Mencurigakan

​Usai mendapat kabar kematian FIP, keluarga pun datang. Saat dilihat, kecurigaan pihak keluarga mencuat saat jenazah korban diperiksa. Dalam dokumentasi video yang diambil pihak keluarga, ditemukan banyak tanda-tanda kekerasan pada fisik FIP.

Tanda-tanda kekerasan itu terdapat lebam hebat di bagian punggung dan pinggang belakang yang berwarna keunguan, terdapat bekas luka trauma di area paha dan kaki, terdapat pembengkakan di beberapa bagian tubuh lainnya yang tidak wajar untuk kematian karena sakit alami.

​”Keluarga sangat terpukul. Sehari sebelum kematian korban, pihak keluarga sempat berkomunikasi via vidio call telepon dengan korban. Saat itu korban dalam keadaan baik baik saja tidak ada keluhan sakit. Bagaimana mungkin keesokan harinya saat diantar petugas kondisi tubuhnya penuh luka lebam seperti itu? Kami menduga kuat ada tindakan penganiayaan yang terjadi di dalam sel sebelum dia dilarikan ke Puskesmas,” ujar salah satu perwakilan keluarga.

BACA JUGA..  Enam Tersangka Pencurian dan Kekerasan Dibekuk Jatanras Polres Asahan, 1 Tewas

 

Keluarga Minta Investigasi Mendalam

Kematian FIP saat dalam pengawalan petugas Lapas memicu tuntutan keras dari pihak keluarga agar ada transparansi hukum. Mereka mendesak agar lapas Labuhan Ruku dan Polres Asahan segera memberikan klarifikasi jujur mengenai apa yang terjadi di dalam sel hingga menyebabkan korban kritis dan penuh luka lebam.

BACA JUGA..  Satres Narkoba Polres Asahan Bekuk Pengedar Sabu

​Pihak keluarga juga berharap agar kedokteran forensik melakukan autopsi untuk memastikan apakah luka lebam tersebut merupakan penyebab utama kematian.

“Kapolda Sumatera Utara harus segera mencopot dan memproses hukum oknum yang terlibat jika terbukti terjadi kelalaian atau penganiayaan terhadap tahanan,” ungkap DP salahsatu perwakilan keluarga korban.

​Hingga berita ini diterbitkan, pihak Kepala Lapas Labuhan Ruku saat dikonfirmasi wartawan melalui pesan singkat whatsApp belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab memburuknya kondisi kesehatan korban secara mendadak.

Kasus ini kini menjadi sorotan publik sebagai preseden buruk bagi pengawasan tahanan di wilayah Sumatera Utara. (msp)