IKLAN
DAERAH  

80 Tahun Terisolir, Masinton–Taripar Wujudkan Jalan Penghubung Perbatasan Tapteng–Taput

Bupati Tapteng Masinton Pasaribu, Bupati  Taput Jonius Taripar Hutabarat bersama 2 tokoh masyarakat setempat berjabat tangan pada peninjauan lokasi rencana pembangunan jalan penghubung dua daerah. (Aris Barasa/Sumutpost.id)

TAPTENG, Sumutpost.id – Setelah puluhan tahun terisolir dan minim sentuhan pembangunan, masyarakat di wilayah perbatasan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) dan Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) akhirnya mendapat harapan baru.

Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu, bersama Bupati Taput, Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, turun langsung meninjau ruas jalan penghubung di Desa Simargarap, Kecamatan Pasaribu Tobing, Tapteng, hingga Dusun Aek Mardugu, Desa Manalu Purba, Kecamatan Parmonangan, Taput, Selasa 16 Juni 2026.

Peninjauan tersebut menjadi bagian dari kolaborasi kedua pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan akses jalan perbatasan yang selama ini sulit dilalui.

Jalan sepanjang sekitar 15 kilometer itu dinilai sangat penting karena menjadi jalur penghubung masyarakat di dua kabupaten yang selama bertahun-tahun menghadapi keterbatasan infrastruktur.

Tokoh masyarakat setempat, Jondi Simbolon, menyambut baik rencana pembangunan tersebut. Menurutnya, warga perbatasan telah menunggu puluhan tahun agar wilayah mereka memiliki akses jalan yang layak. Selama ini kondisi jalan rusak parah dan kerap menghambat aktivitas ekonomi maupun mobilitas masyarakat.

Bupati Taput, Jonius Taripar Hutabarat, menjelaskan bahwa pembangunan jalan tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama dengan Bupati Tapteng untuk mengajukan bantuan keuangan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

BACA JUGA..  Danrem 022/PT Silaturahmi ke Universitas HKBP Nommensen Siantar

Upaya itu mendapat dukungan dari Gubernur Muhammad Bobby Afif Nasution melalui alokasi anggaran sebesar Rp19 miliar, dengan rincian Rp10 miliar untuk Taput dan Rp9 miliar untuk Tapteng.

Menurut Jonius, jalan tersebut sangat vital karena terdapat sejumlah desa di wilayah Taput yang aktivitas sosial dan ekonominya bergantung pada akses menuju Tapteng. Selain memperlancar mobilitas warga, jalan ini juga akan menjadi jalur alternatif ketika akses utama Tarutung–Sibolga terganggu akibat bencana.

Sementara itu, Masinton Pasaribu menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terhadap pembangunan jalan perbatasan tersebut. Ia menegaskan proyek ini merupakan wujud kolaborasi antara pemerintah provinsi, Tapteng, dan Taput untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang selama puluhan tahun mendambakan akses jalan yang layak.

BACA JUGA..  Kejari Deli Serdang Pastikan Temuan Pansus PAD DPRD Ditindaklanjuti

“Harapan masyarakat sudah sangat lama. Karena itu, kami berkomitmen membuka dan memperbaiki akses yang selama ini belum memadai agar manfaatnya segera dirasakan warga,” ujar Masinton.

Pembangunan jalan perbatasan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan konektivitas antarwilayah, tetapi juga menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi baru serta membuka keterisolasian masyarakat di kawasan perbatasan Tapteng dan Taput. (msp)