IKLAN

DAERAH  

Wapres Gibran Perintahkan Kementerian PU Percepat Proyek Pengendali Banjir dan Sabo Dam Tapteng

Wapres didampingi Gubernur Sumut, Bupati Tapteng saat meninjau lokasi pembangunan Sabo Dam do Kecamatan Tukka. (Ist/Sumutpost.id)

TAPTENG, Sumutpost.id – Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka memerintahkan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat penyelesaian proyek pengendali banjir dan Sabo Dam di Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng).

Arahan tersebut disampaikan Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II Medan Kementerian PU, Feriyanto Pawenrusi, usai mendampingi kunjungan Wapres Gibran ke Hutanabolon, Jumat 4 September 2026.

“Pak Wapres meminta agar dipercepat karena untuk mengantisipasi musim penghujan pada November. Setelah ini kami rapatkan dan segera proses percepatannya,” ujar Feriyanto.

Menurutnya, percepatan penanganan tidak hanya berlaku untuk Tapteng, tetapi seluruh wilayah Tapanuli yang terdampak bencana.

Khusus Sabo Dam Hutanabolon, progres pekerjaan saat ini sekitar 30 persen. Namun, sebagian besar material disebut sudah tersedia sehingga pekerjaan tinggal dikebut di lapangan.

Feriyanto menegaskan target Oktober 2026 yang sebelumnya disampaikan Menteri PU Dody Hanggodo tidak mundur. Ia menjelaskan, meski penyelesaian keseluruhan pekerjaan dapat berlangsung hingga Desember, konstruksi ditargetkan sudah berfungsi pada Oktober 2026.

BACA JUGA..  Apresiasi Kontraktor Kebut Proyek Batu Lubang, Supir Truk: Kalau Sudah Selesai Pengerjaanya Buka Penutup Jalan

“Jadi tidak mundur. Target optimum kita Oktober, tetapi penyelesaian seluruhnya bisa sampai Desember. Yang penting sudah berfungsi Oktober,” katanya.

Selain Sabo Dam, Kementerian PU tengah mengerjakan pengendalian banjir Sungai Tukka berupa pembangunan parapet atau dinding penahan tanah sepanjang sekitar 1,6 kilometer.

Proyek lainnya adalah pembangunan dua unit Sabo Dam untuk menahan dan mengendalikan sedimentasi dari kawasan hulu agar tidak langsung memenuhi palung sungai.

BACA JUGA..  OPD Tapteng Sebut Pengawasan DPRD Melampaui Kewenangan dan Bernuansa Intimidasi

Untuk Sungai Sigala-Gala, Sabo Dam juga dirancang sekaligus sebagai akses yang dapat dilalui dan memperbaiki jembatan existing yang kondisinya mengalami penurunan.

Feriyanto mengatakan pekerjaan tanggap darurat pascabencana di wilayah Tukka telah diselesaikan dan kini penanganan dilanjutkan melalui tahap rehabilitasi dan rekonstruksi. (msp)