IKLAN

Tawuran Geng Motor di Patumbak Tewaskan Pemuda MN: Aksi Berlabel “Big Match” Sudah Direncanakan Kedua Kubu

Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Adrian Risky Lubis memaparkan penangkapan anggota geng motor yang menewaskan anggota lawannya di Patumbak. (Ist/Sumutpost.id)

MEDAN, Sumutpost.id – Tawuran antar kelompok geng motor di wilayah hukum Polsek Patumbak berujung tewasnya seorang pemuda berinisial MN. Polisi mengungkap bentrokan tersebut bukan terjadi secara spontan, melainkan telah direncanakan dan diberi label “Big Match” oleh kelompok yang terlibat.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Adrian Risky Lubis mengatakan, dua kubu yang bertikai sebelumnya telah menyepakati lokasi dan waktu untuk melakukan tawuran.

BACA JUGA..  Mudik Gratis Idulfitri Pemprov Sumut Bakal Dibuka Pekan Depan

“Dari hasil penyelidikan, tawuran ini sudah direncanakan sebelumnya. Mereka menyebutnya sebagai Big Match dan telah sepakat untuk bertemu di lokasi untuk melakukan tawuran,” ujar Adrian, Selasa (23/6/2026).

Ia menjelaskan, kelompok SL yang bergabung dengan SKM dan TOWAGA berkumpul di kawasan Kuburan Cina, Delitua, Senin (22/6/2026) dini hari.

Dalam pertemuan tersebut, pimpinan kelompok memberikan arahan untuk melakukan penyerangan terhadap kelompok NKB. Sekitar pukul 03.00 WIB, kelompok tersebut bergerak menuju Jalan Setia yang telah disepakati sebagai lokasi bentrokan.

BACA JUGA..  Kapolrestabes Medan Ajak Pelajar Tolak Geng Motor dan Bijak Menggunakan Media Sosial

“Jadi ini menunjukkan eksistensi dan kekuatan. Siapa yang paling kuat, makanya dilabeli Big Match,” tuturnya.

Dalam bentrokan itu, kubu NKB disebut kalah jumlah dan memilih mundur. Namun korban MN tertinggal dari kelompoknya dan kemudian ditabrak menggunakan sepeda motor oleh kelompok lawan hingga terjatuh.

“Setelah terjatuh, korban menjadi sasaran pengeroyokan. Para pelaku menggunakan senjata tajam, batu, panah, dan lainnya hingga korban meninggal dunia di lokasi kejadian,” jelasnya.

BACA JUGA..  Kawanan Begal Rampok Sepeda Motor Pengendara Ojek Online

Dari pengungkapan tersebut, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk senjata yang digunakan dalam tawuran serta telepon genggam para pelaku.

“Dalam handphone terlihat jelas ada grup WhatsApp Power Rangers. Di sana mereka merencanakan tawuran tersebut,” ujarnya. (msp)