MEDAN, Sumutpost.id – Tim khusus JCS bersama Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Medan berhasil membongkar aksi konvoi atau rolling geng motor yang membawa senjata tajam hingga berujung perampasan sepeda motor di kawasan Jalan Aksara, Kecamatan Medan.
Sebanyak 9 anggota geng motor Born to Be OK (Bornox) diamankan polisi. Mereka seluruhnya masih berstatus pelajar dengan usia antara 15 hingga 17 tahun.
Kapolrestabes Medan Kombes Pol. Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, S.I.K, M.H, didampingi Kasat Reskrim AKBP Adrian Risky Lubis SIK MH, Kamis (13/8/2026) menyampaikan pengungkapan tersebut merupakan tindak lanjut atas video aksi geng motor yang viral di media sosial.
Penangkapan dilakukan pada Rabu (12/8/2026), setelah polisi melakukan penyelidikan terhadap video yang memperlihatkan sekelompok remaja melakukan rolling dengan membawa senjata tajam usai mengikuti kegiatan perlombaan futsal antarsekolah di GOR Pancing pada, Jumat (7/8/2026).
“Personel melakukan pengembangan berdasarkan video yang viral. Dari hasil penyelidikan, diketahui kelompok tersebut merupakan anggota geng motor Bornox,” ujar Kapolrestabes.
Aksi rolling tersebut lanjutnya, diketahui mengambil rute dari GOR Pancing, kemudian berkumpul kembali di kawasan Kuda Hitam belakang GOR Pancing, Aksara, Pasar III, Jalan Krakatau, Cemara hingga Fly Over Brayan. Dalam perjalanan tersebut, kelompok ini diduga terlibat aksi pembegalan terhadap kelompok lawannya di kawasan Aksara.
“Petugas kemudian bergerak melakukan penangkapan. Sekitar pukul 14.40 WIB, personel yang dipimpin Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes Medan terlebih dahulu mengamankan seorang pelajar berinisial FCP (17) di sekolahnya, SMKN 5 Medan. Dari hasil pemeriksaan awal, FCP mengungkap keberadaan sejumlah rekannya yang terlibat dalam aksi tersebut,” ujarnya.
Petugas selanjutnya melakukan pengembangan dan mengamankan 5 pelajar lainnya, yakni ZRP (15), RIMN (16), RINN (16), MRAS (16) dan MASN (16) di SMAN 7 Medan. Tak berhenti di situ, polisi kembali mengembangkan keterangan FCP dan menemukan 9 celurit panjang yang diduga digunakan dalam aksi konvoi. Senjata tajam tersebut ditemukan di rumah FCP, tepatnya di bawah tempat tidur.
“Pengembangan berikutnya mengarah kepada ZRP. Dari pemeriksaan awal, ZRP diduga ikut merampas satu sepeda motor Honda Beat warna putih-biru saat terjadi aksi dengan kelompok lawan di kawasan Aksara. Sepeda motor tersebut kemudian dititipkan kepada MRU (16), yang tinggal di kawasan Tanjung Mulia Hilir,” jelasnya.
Polisi kemudian menghubungi orangtua MRU. Pihak keluarga selanjutnya menyerahkan MRU beserta sepeda motor Honda Beat tersebut kepada petugas untuk menjalani pemeriksaan.
Sementara dari penelusuran terhadap video viral, polisi kembali mengamankan dua pelajar lainnya, yakni BAM (17) dan MHR (15). Keduanya diketahui mengendarai sepeda motor Yamaha Lexi putih dan diduga ikut dalam konvoi geng motor tersebut.
“Kesembilan remaja beserta barang bukti kemudian dibawa ke Mapolrestabes Medan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dari hasil interogasi sementara, polisi mengungkap Bornox merupakan geng motor yang beranggotakan pelajar dari sejumlah sekolah di Medan. Kelompok tersebut disebut memiliki titik kumpul di kawasan Jalan Karya Celincing, Karang Berombak, Kecamatan Medan Barat,” jelasnya.
Lebih lanjut disampaikan Kapolrestabes, polisi juga masih memburu seorang pria berinisial EAS, yang disebut sebagai ketua geng motor tersebut dan kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Selain itu, polisi mendalami keberadaan akun media sosial yang disebut digunakan untuk aktivitas kelompok tersebut serta hubungan Bornox dengan kelompok lain. Dalam aksinya, Bornox disebut memiliki kelompok yang menjadi lawan, yakni Pembangkang 27 MDN yang disebut berasal dari kawasan Belawan.
“Dari pengungkapan tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya satu Honda Beat warna putih-biru yang diduga merupakan kendaraan hasil perampasan, satu Yamaha Lexi putih BK 6539 AJF, 9 celurit panjang, sejumlah telepon seluler, kunci sepeda motor, 1 botol vape serta empat tas sekolah,” sebutnya.
Kapolrestabes Medan menegaskan pihaknya akan terus melakukan penindakan terhadap aksi geng motor yang meresahkan masyarakat, terlebih apabila melibatkan penggunaan senjata tajam dan tindak pidana jalanan. Polisi juga masih melakukan pendalaman untuk memastikan peran masing-masing remaja, termasuk keterlibatan mereka dalam aksi perampasan sepeda motor serta kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat. (msp)







