MEDAN, Sumutpost.id – Masih dalam pusaran dugaan mega korupsi jalan di Dinas PUPR Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dengan tersangka mantan Kadisnya, Topan Obaja Ginting. Diyakini, dalam waktu tidak lama lagi KPK akan memeriksa seorang sosok yang akan mengejutkan publik.
Hal itu ditegaskan Presidium Mimbar Rakyat Anti Korupsi (MARAK) Sumatera Utara, Arif Tampubolon kepada Sumutpost.id, Jumat 22 Agustus 2025 di Medan.
“Kita harap KPK fokus memeriksa semua pihak yang terlibat berdasarkan keterangan atau pengakuan tersangka Topan Ginting dan tersangka Kirun selalu kontraktor proyek infrastruktur yang kena OTT,” tegas Arif Tampubolon.
Selain keterangan atau pengakuan tersangka Topan dan Kirun, KPK juga harus memeriksa semua pihak yang tersadap dalam kasus tersebut.
“Kita yakin Topan dan Kirun masih pelaku teknis dalam kasus korupsi ini. Di balik Topan dan Kirun kita yakini ada sosok penentu atau pemodal,” ujar Arif.
Arif juga mengatakan, meski masih Rektor USU yang mengejutkan masih kategori diperiksa, diyakini KPK pasti memeriksa yang lebih mengejutkan.
“Kita tunggu saja aksi KPK yang lagi naik daun, pasca 10 tahun terakhir hanya menjadi pelengkap dalam pemberantasan korupsi di republik ini,” kata Arif.
Tembak Satu Pecah Seribu
Seperti diberitakan Sumutpost.id pada minggu lalu, KPK mulai menerapkan pola tembak satu pecah seribu dalam mengungkap gurita mega korupsi di kasus jalan Dinas PUPR Sumut ini.
Eks Kadisnya, Topan Obaja Ginting dan beberapa orang lainnya telah di OTT, ditersangkakan lalu dijebloskan ke dalam tahanan KPK. Berangkat dari para tersangka ini, KPK secara estafet melakukan penyelidikan. Puluhan orang telah dipanggil dan diperiksa.
Para pembesar tidak memiliki tameng perisai yang kuat untuk tidak terpanggil oleh KPK. Mulai dari para ASN, pejabat, mantan wali kota, Polisi, kontraktor bahkan terbaru Rektor USU. Semuanya dimintai keterangannya dengan tujuan; mengungkap tabir dan mengumpulkan data akurat untuk ‘menembak raja’ yang diduga banyak pihak sosok pengendali dibalik kasus ini.

Sepupu Kandung BN Diperiksa KPK
Kemarin, nama Dedy Rangkuti (DR) atau Dedy Iskandar Rangkuti (DIR) juga ikut diperiksa KPK sebagai saksi atas dugaan korupsi proyek jalan di Sumut. Diketahui, Dar atau DIR ini adalah sepupu kandung dari Gubernur Sumut Bobby Nasution (BN).
DIR salah satu dari beberapa orang yang menguasai proyek di Pemko Medan sejak BN menjabat Wali Kota hingga ke Pemprov Sumut dimana saat ini BN menjabat gubernur.
Namun, DIR tidak bermain sendiri. Begitu juga TG. Lalu ada nama pemain lainnya seperti DSP, RHS dan lainnya hingga fee proyek bermuara ke satu orang. Mereka-mereka itu bekerja dilapangan. Saling terkait satu sama lain.
‘’Mereka semua itu harus setor ke satu orang berinisial SN sebagai keuangan sang ‘Kepala Sekolah’, julukan untuk BN di bagan Blok Medan,’’ ucap sumber yang namanya minta dirahasiakan, baru-baru ini.
DIR saat ini tinggal di kawasan Jl. STM/ Jalan Eka Suka, Medan Johor, cukup dikenal di kalangan kontraktor di Sumut karena memiliki taring yang tajam dalam mengendalikan sejumlah proyek.
Hubungannya dengan BN sangat dekat sebab ayahnya, almarhum Erwin Nasution merupakan abang kandung dari ELN, ibu kandung DIR. Tidak heran jika kedekatan itu membuat sosok DIR cukup disegani para pejabat di lingkungan Pemprovsu maupun Pemko Medan dan sejumlah kabupaten kota di Sumut.
DIR saat ini dikenal sebagai pengusaha kontruksi yang bernaung di bawah CV NSA dan PT SAS. Perusahaan ini cukup terkenal sebagai pengelola sejumlah proyek dari anggaran APBD Medan dan Sumut.
Kehidupan DIR yang memiliki dua anak dengan istri berinisial RZ atau akrab dipanggil FKA pun berubah drastis. RZ awalnya merupakan honorer di sekretariat DPRD Kota Medan.
‘’RZ ini honorer di DPRD Medan sejak tahun 2011 yang waktu itu penampilannya biasa saja. Namun sejak sepupu suaminya menjabat orang nomor satu di Kota Medan, penampilannya semakin wah,’’ ucap sumber di DPRD Medan, Kamis (21/8/2025).
Sumber yang namanya juga enggan disebutkan itu mengetahui bahwa RZ, istri DIR sering gonta-ganti mobil mewah untuk berangkat maupun pulang kerja dari gedung DPRD Medan.
‘’Kadang nyetir sendiri, kadang pakai sopir. RZ ini kadang naik Pajero, kadang Fortuner, ada pula mobil kecil seperti Jimny atau Mini Cooper terbaru dengan plat kendaraan yang unik. Mobil Alphardnya ada. Apa pun jenis mobilnya, plat yang digunakan tetap sama,’’ tandas sumber.
Seperti diketahui, Rabu (20/8/2025), kemarin, RZ yang honorer di bagian TU itu sudah diangkat menjadi pegawai P3K ditandai dengan penyerahan SK di Taman Cadika Medan Johor oleh Wali Kota Medan Rico Waas bersama seribuan pegawai lainnya. (msp)








