TAPTENG, Sumutpost.id – Ibunda Raju Firmanda Hutagalung, Mega Br Hutabarat tak kuasa menahan tangis saat Masinton Pasaribu-Mahmud Effendi Lubis mengunjungi kediamanya yang dibakar orang tak dikenal (OTK) Kamis 10 Oktober 2024 pukul 03.00 WIB dini hari tepatnya di Lingkungan IV, Kelurahan Sibuluan Nalambok.
“Jahat kali orang itu pak, mau dibunuh kami sekeluarga,” ungkap Mega Br Hutabarat kepada Masinton Pasaribu, Kamis sore 10 Oktober 2024.
Seketika susana berubah haru. Tim MAMA yang ikut berkunjung tak kuasa menahan air mata mendengar curahan hati ibunda Raju Firmanda Hutagalung. Masinton Pasaribu mencoba menenangkan dengan memeluk dan menepuk pundaknya. “Harus menang kita pak, harus menang. Ditindas kami pak,” ucap Mega Br Hutabarat.
“Ibu tidak sendiri, kami pasti mendampingi sampai kapanpun. Kalau ada apa-apa nanti kabari. Nanti malam kita suruh teman-teman kemari ya ibu,” jawab Masinton Pasaribu seraya memberi semangat dan meyakinkan pelaku dan dalangnya dapat segera tertangkap.

Sebelumnya, Raju Firmanda Hutagalung menduga, pembakaran rumahnya itu tidak terlepas dari sikap kritisnya terkait korupsi. Khususnya kata Raju, soal dugaan korupsi dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) dan Jasa Pelayanan (Jaspel) di Dinas Kesehatan.
Peristiwa mengejutkan ini beber Raju telah dilaporkan ke Polres Tapteng dan aduan Raju selanjutnya direspon cepat Polisi dengan melakukan olah TKP.
“Kuat dugaan ada unsur politik dibalik peristiwa ini. Mulai kasus BOK-Jaspel, desakan bagi Polisi terkait tindak lanjut pemukulan saya salah satu calon Bupati sewaktu jadi legislator,” beber Raju.
Diketahui, Raju Firmanda Hutagalung merupakan anggota pemenangan Palon Masinton Pasaribu-Mahmud Effendi Lubis (MAMA).
“Ditambah lagi, baru beberapa hari ini kami pasang spanduk Paslon Masinton-Mahmud. Banyak hal kecurigaan muncul apalagi sejak awal tahun ini,” lanjut Ketua KNPI Tapteng itu. (msp)







