TAPTENG, Sumutpost.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana menyalurkan bantuan stimulan perbaikan rumah rusak akibat bencana hidrometeorologi tahap pertama senilai Rp31,26 miliar kepada masyarakat Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Selasa (21/4/2026), di Gedung Serbaguna Pandan.
Bantuan tersebut diberikan kepada 1.591 kepala keluarga (KK) terdampak banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada November 2025 lalu.
Kepala BNPB, Suharyanto, menyampaikan bahwa bantuan tahap pertama ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan masyarakat, sekaligus dilanjutkan pada tahap berikutnya.
“Total bantuan yang disalurkan saat ini sebesar Rp31,26 miliar untuk rumah rusak ringan dan sedang,” ujarnya.

Rinciannya, bantuan untuk rumah rusak ringan sebesar Rp16,47 miliar bagi 1.098 KK, sementara rumah rusak sedang sebesar Rp14,79 miliar untuk 493 KK, dengan masing-masing penerima mendapatkan Rp30 juta.
Wakil Bupati Tapteng, Mahmud Efendi, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas perhatian yang diberikan kepada masyarakat terdampak bencana.
Menurutnya, bencana banjir bandang, longsor, dan cuaca ekstrem yang melanda Tapteng pada akhir 2025 tidak hanya merusak infrastruktur dan rumah warga, tetapi juga berdampak pada kondisi ekonomi dan psikologis masyarakat.
“Bantuan ini menjadi wujud nyata kehadiran negara sekaligus memberikan harapan bagi masyarakat untuk bangkit,” katanya.

Ia juga mengingatkan masyarakat penerima agar memanfaatkan bantuan sesuai peruntukannya dan tetap menjaga semangat gotong royong dalam proses pemulihan.
Penyerahan bantuan turut dihadiri sejumlah pejabat BNPB, unsur Forkopimda, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah. (msp)







