BERASTAGI, Sumutpost.id – Pihak SMA Negeri 1 Berastagi, Pihak Yayasan Bersama Berastagi bersama, Pemerintah Kabupaten Karo dan Forkopimda bergerak cepat menanggapi musibah keracunan makanan yang menimpa ratusan siswa usai mengonsumsi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kamis 13 Agustus kemarin.
Pada hari ini, Jumat 14 Agustus 2026, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karo memastikan bahwa seluruh biaya perobatan bagi para siswa yang terdampak ditanggung sepenuhnya oleh negara. Dan, ratusan siswa yang menjadi korban masih menjalani perawatan medis di sejumlah rumah sakit baik di Kabanjahe maupun Berastagi.
Keterangan terbaru dihimpun media ini, insiden itu bermula saat menu MBG berupa ikan dencis sambal, tahu semur, tumis kol dan wortel, serta buah melon tiba di lingkungan sekolah pada pukul 12.20 WIB dan dibagikan kepada para murid tepat pukul 12.50 WIB.
Namun, suasana sekolah berubah mencekam tak lama berselang. Sekitar pukul 13.30 WIB, sejumlah siswa mulai melaporkan gejala yang mengkhawatirkan, seperti rasa gatal dan bengkak pada mulut, sesak napas, sensasi kebas di sekujur tubuh, hingga rasa panas pada kerongkongan.
Melihat kondisi kritis dan darurat tersebut, pihak sekolah dengan sigap melakukan evakuasi medis. Seluruh murid yang terdampak segera dilarikan ke berbagai fasilitas kesehatan terdekat, meliputi Puskesmas, Rumah Sakit Amanda, Rumah Sakit Efarina, Rumah Sakit Umum Kabanjahe, serta Rumah Sakit Mina Kabanjahe.
“Pihak sekolah telah melakukan penanganan cepat dan berkoordinasi dengan orang tua murid serta pihak terkait agar anak-anak segera mendapatkan perawatan intensif,” ujar Normawati Martiana Br Ginting S.Pd Kepala SMA Negeri 1 Berastagi kepada media, Jumat 14 Agustus 2026.
Saat ini, seluruh murid telah mendapatkan penanganan medis dan observasi dari dokter. Sebagian siswa masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit sesuai dengan kondisi kesehatan masing-masing untuk memastikan pemulihan yang optimal.

Jaminan Biaya dari Pemerintah
Dalam upaya memastikan ketenangan orang tua dan kesigapan penanganan medis, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karo melalui Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Karo, Hesti Maria Br Tarigan SH, MH menyatakan bahwa pemerintah menjamin penuh biaya perawatan seluruh korban. Orang tua siswa tidak perlu mengkhawatirkan biaya perobatan karena seluruhnya ditanggung oleh BGN.
Pihak sekolah saat ini terus melakukan pendataan dan pemantauan kondisi murid secara berkala, serta terus berkoordinasi dengan pihak penyedia MBG, yaitu SPPG Kodim Raya, untuk melakukan investigasi lebih lanjut.
Kepala SMA Negeri 1 Berastagi Normawati Martiana Br Ginting S.Pd memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat agar para murid segera pulih dan dapat beraktivitas kembali seperti sediakala. Pihak sekolah menegaskan komitmen penuh dalam menjaga kesehatan dan keselamatan seluruh peserta didik. (msp)







