IKLAN

Jenazah Nazwa Aliya Gadis Muda Asal Deliserdang Yang Tewas di Kamboja Disambut Tangis Keluarga

Keluarga, kerabat dan tetangga terisak saat menyambut peti yang membawa jenazah Nazwa Aliya (19) warga Desa Bandar Khalifah, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang, tiba di rumah duka, Minggu 31 Agustus 2025 pagi tadi. (Ist/Sumutpost.id)

PERCUTSEITUAN, Sumutpost.id – Isak tangis keluarga pecah usai jenazah seorang gadis muda bernama Nazwa Aliya (19) warga Desa Bandar Khalifah, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang, tiba di rumah duka, Minggu 31 Agustus 2025 pagi tadi.

Suasana haru langsung menyelimuti keluarga, kerabat dan warga, saat menyambut kedatangan ambulans mengantarkan jenazah Nazwa Aliya yang baru tiba dari Kamboja via Bandara Kualanamu Deliserdang.

Suparyo, Kepala Desa (Kades) Bandar Khalipah mengatakan, rombongan yang mengantarkan jenazah almarhumah dari Bandara Kualanamu tiba di Jalan Bejo Gang Sejahtera, Dusun XVI, Desa Bandar Khalipah, Kecamatam Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang sekira pukul 09.30 WIB pagi tadi.

BACA JUGA..  Kapolrestabes Medan Pimpin Gerebek Sarang Narkoba Jermal XV, 21 Orang Ditangkap

“Informasi sebelumnya kami terima, jenazah tiba di rumah duka sekira pukul 15.00 WIB sore tapi rupanya dipercepat tadi pagi sekitar pukul 09.30 wib sudah sampai rumah duka,” ucap Kepala Desa.

Sebelumnya diberitakan, korban  awalnya berpamitan dengan orang tua untuk melancong ke Malaysia bersama dengan rekan- rekannya semasa Praktik Kerja Lapangan (PKL) sekolah.

Tapi belakang terdengar kabar kalau korban meninggal usai dirawat beberapa hari di rumah sakit di kota Pnom Phen Kamboja, jenazah korban juga tertahan di Kamboja karena membutuhkan biaya untuk pemulangan sebesar Rp 138 juta. Pemulangan lalu dibantu oleh pihak terkait.

BACA JUGA..  Karyawan PTPN Ditemukan Tewas di STM Hilir Deliserdang

Sebelum pergi Kamboja, korban juga berbohong pada orang tuanya ia meminta ijin untuk melakukan interview bekerja di kota Medan. Tapi rupanya korban yang lulusan SMK Telkom 2 Medan ini berangkat ke Kamboja. Dan ibu korban juga sempat mendapat kabar dari korban kalau ia sudah berada di Bangkok bersama temannya. Namun setelah didesak korban mengaku pergi sendiri. Sejak itu korban jarang mengangkat telpon bila dihubungi.

Hingga pada hari Kamis 7 Agustus 2025 lalu pihak keluarga mendapat kabar dari pihak Kedutaan Indonesia di Kamboja bahwa korban sedang dirawat di salah satu rumah sakit di Pnom Phen Kamboja. Lalu pada 12 Agustus 2025 kabar duka datang kalau korban meninggal dunia.

BACA JUGA..  Tangis Ibu di Binjai Menggema ke Kamboja: 47 Hari Ardiansyah Terpenjara di Phnom Penh, Keluarga Memohon Negara Bertindak

Kematian korban menjadi tanda tanya pihak keluarga dan masyarakat apa benar benar sakit atau karena unsur lain.

Jenazah Nazwa disemayamkan di rumah duka kurang lebih 2 jam. Lalu setelah proses lanjut dan di sholatkan. Jenazah korban dikebumikan di tempat pemakaman umum desa setempat.

“Setelah musyawarah keluarga, jenazah disholatkan di mushala dan selanjutnya dikebumikan pada pukul 11.30 WIB di pemakaman Jalan Bejo Gang Long sleep,” pungkas Kepala Desa. (msp)