IKLAN
TAJUK  

Kekayaan Alam Indonesia vs Isu Politik: Mengapa Tambang Nikel, Emas, Gas, dan Batubara Tidak Menjadi Isu Utama?

Ilustrasi tambang emas. (Ist/int)

DELISERDANG, Sumutpost.id –
Indonesia dikenal sebagai negara dengan kekayaan alam yang luar biasa. Dari tambang nikel hingga emas, batubara, dan minyak, sumber daya alam kita sangat melimpah.

Namun, yang menarik adalah ketika isu politik seperti ijazah Jokowi menjadi sorotan utama, sementara kekayaan alam yang seharusnya menjadi perhatian besar tampaknya tidak mendapatkan perhatian yang lebih besar.

Mengapa demikian? Apakah isu politik lebih menarik bagi masyarakat dan media, ataukah ada kepentingan lain yang bermain di baliknya?

Seharusnya, kekayaan alam yang dimiliki Indonesia dapat menjadi fokus utama dalam diskusi publik, terutama terkait dengan bagaimana pengelolaan dan pemanfaatannya dapat memberikan manfaat maksimal bagi rakyat Indonesia.

Pengelolaan sumber daya alam yang baik dapat membawa kemakmuran bagi bangsa, namun jika tidak dikelola dengan transparan dan akuntabel, maka kekayaan alam tersebut dapat menjadi kutukan bagi rakyat yang tertindas dan miskin dimana mana.

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk lebih fokus pada isu-isu yang berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat, seperti pengelolaan tambang nikel, emas, gas, batubara, dan minyak.

BACA JUGA..  Danau Toba Merupakan Permata Sumatera Utara

Mari kita prioritaskan isu-isu yang berdampak pada kehidupan sehari-hari dan masa depan bangsa, daripada terjebak dalam isu-isu politik yang mungkin hanya menguntungkan segelintir pihak.

Isu politik penting, dan harus dituntaskan agar kepercayaan publik semakin tinggi kepada pemerintah. Namun, isu kekayaan alam Indonesia yang begitu besar jauh lebih penting dibuka tabirnya.

Berbagai jenis pajak diterapkan pemerintah, kekayaan alam melimpah, tapi rakyatnya banyak bekerja keluar negeri untuk mencari nafkah, kemiskinan dimana mana, bahkan anak didik ada yang bersekolah pakai alas pelastik beratap langit. Sungguh miris sekali, padahal hasil alamnya bila dikelola dengan baik, tiap kepala anak bangsa dapat subsidi 20 juta-an dari pemerintah.

BACA JUGA..  Penjabat Bupati Taput Terancam Dipidana Terkait SK Hoaks Pembebas tugasan Sekda

Oleh karenanya, sebenarnya kita mencari pemimpin yang berintegritas, ahli mengelola kekayaan alam Indonesia benar-benar menjadi berkah bagi seluruh rakyat, Bukan pemimpin yang ahli bermanuver politik . (msp)

Penulis: Hasan Basri, Ketua JWI DS