IKLAN
DAERAH  

20 Ribu Rupiah Mengubah Deliserdang: Merajut Kebersamaan Menuju Masyarakat Bebas Kemiskinan

Bupati Deliserdang dr. H. Asri Ludin Tambunan bersama tim OPD dalam satu kunjungan beberapa waktu lalu. (Ist/Sumutpost.id)

DELISERDANG, Sumutpost.id –
Deliserdang memiliki potensi besar untuk berubah jika masyarakat bersatu dalam program yang sederhana namun berdampak besar. Inisiatif menabung Rp20 ribu sebulan adalah contoh kebersamaan yang bisa membawa perubahan signifikan.

Dengan akumulasi dana yang cukup, Deliserdang bisa melangkah menuju masyarakat yang lebih sejahtera dan bebas dari kemiskinan.

Kebersamaan adalah kunci. Jika setiap warga Deliserdang ikut serta, Rp20 ribu yang tampak kecil, tapi bisa menjadi kekuatan besar. Dana yang terhimpun bisa diarahkan untuk program pemberdayaan ekonomi rakyat, seperti pengembangan UMKM, pendidikan keterampilan, dan akses modal usaha. Ini adalah peluang Deliserdang untuk menunjukkan bahwa kebersamaan bisa mengatasi tantangan besar seperti kemiskinan.

Sebaiknya wacana mulia segera di proses. Tanpa basa-basi, Ketua JWI DS, Hasan Basri Siregar langsung merespon. “Kami dengan anggota JWI 20 orang turut menyumbang dan berpartisipasi 400 ribu / bulan,” tegas Hasan Basri memberikan dukungan penuh, dan semoga bisa diikuti oleh organisasi media lainnya demi Deliserdang terlepas dari kemiskinan, Senin (8/9/2025) di Lubuk Pakam.

Menurutnya, Sebatang lidi gampang dipatahkan, segenggam lidi disatukan dapat menyatukan kekuatan. 20 ribu uang tak bisa bangun rumah kumuh, 3 milyar uang terkumpul kemiskinan lenyap di Deliserdang.

BACA JUGA..  Sarma Hutajulu Heran Ada Orang Lain Urusi Internal PDI Perjuangan Tapteng

Dengan asumsi 1,5 juta penduduk se kabupaten Deliserdang dikali 20 ribu, perbulannya terkumpul Rp 3 milyar, target cukup setahun, maka dalam setahun sudah terkumpul anggaran 36 milyar.

Tentu rakyat Deli lserdang dalam sebulan sudah bisa bangun 2 unit gudang sembako dan dalam setahun seluruh Kecamatan sudah punya gudang sembako.

“Jangan hanya kita bisa melihat rumah kumuh, tak ada beras mau dimasak langsung diviralkan tanpa ada tindakan nyata, sebab kemiskinan itu tanggung jawab bersama, bukan untuk saling menyalahkan”, ulas Hasan Basri.

BACA JUGA..  Terpilih Secara Aklamasi, Suhendro SH.I Kembali Pimpin Ketua MD KAHMI Langkat

Program ini bukan sekadar tentang uang; ini tentang membangun budaya gotong royong dan harapan bersama. Deliserdang bisa menjadi contoh bagaimana inisiatif kolektif membawa perubahan nyata.

Masyarakat Deliserdang berhak merasakan hasil dari kebersamaan ini – ekonomi yang tumbuh, kesempatan kerja yang terbuka, dan kualitas hidup yang meningkat.

Dengan komitmen dan partisipasi aktif, Deliserdang bisa merajut masa depan yang lebih cerah. Rp20 ribu adalah langkah awal; yang terpenting adalah semangat kebersamaan yang menggerakkan perubahan. Mari kita dukung Deliserdang menuju masyarakat yang lebih sejahtera dan bebas dari belenggu kemiskinan. (msp)