IKLAN
DAERAH  

Warga BKKBN Sibuluan Nalambok Tagih Janji Gubernur Bangun Turap

Warga meminta Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Afif Nasution segera merealisasikan pembangunan turap atau sheet pile. (Aris Barasa/Sumutpost.id)

TAPTENG, Sumutpost.id – Warga kawasan BKKBN, Kelurahan Sibuluan Nalambok, Kecamatan Sarudik, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) khususnya yang bermukim disekitaran sungai Sibuluan, meminta Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Afif Nasution segera merealisasikan pembangunan turap (sheet pile).

Permintaan tersebut disampaikan warga karena kawasan pemukiman mereka masih dihantui ancaman banjir. Sementara kondisi Sungai Sibuluan dinilai membutuhkan penanganan serius.

Salah seorang warga, Dina Nasution mengatakan, pembangunan turap sebelumnya telah dijanjikan Gubernur. Pembangunan tersebut terlaksana Juni 2026. Namun hingga kini warga belum melihat tanda-tanda pengerjaan dimulai.

“Kami berharap pembangunan tanggul itu segera dilakukan pak. Karena sampai sekarang belum ada penanganan. Kalau bisa cepat karena kami masi trauma dengan kejadian banjir sebelumnya,” ungkap Dina Senin 10 Agustus 2026.

BACA JUGA..  Pemkab Deliserdang Beri Kepastian Hukum Dan Bina Pelaku Peternakan

Kondisi sungai saat ini kata Dina, semakin dangkal dan melebar akibat abrasi. Membuat warga khawatir setiap kali hujan turun. Bahkan hujan yang tidak terlalu deras membuat debit air sungai tiba-tiba meningkat.

“Memang sudah dangkal dan melebar juga sungainya. Kadang disini hujanya tidak deras, tapi tiba-tiba air naik. Mungkin di hulu sana hujanya deras,” katanya.

Dina mengenang banjir dahsyat tahun lalu yang memaksa warga harus menyelamatkan diri dan mengungsi ketempat yang lebih aman. Saat itu kondisi dini hari mnjelang pagi.

“Jam 3 malam masih gelap, harus keluar dari sini untuk mengungsi mencari tempat yang lebih tinggi, kearah sarang walet sana,” kenangnya sambil menunjuk kearah lereng bukit.

BACA JUGA..  Gus Irawan Bangun Sinerji dengan BBWS Sumatera II Wujudkan Ketapang di Tapsel

Ia berharap Pemprovsu, tidak menunda kembali pembangunan yang telah dijanjikan. Menurutnya, keberadaan turap sangat dibutuhkan warga yang tinggal disepanjang aliran sungai sebagai upaya mengurangi resiko banjir.

“Kami berharap Pak Gubernur segera merealisasikan pembangunan tanggul itu. Katanya bulan Juni dilaksanakan, tapi sekarang sudah bulan Agustus belum ada tanda-tanda pembangunannya. Kami hanya berharap janji itu benar,” pungkas Dina.

Warga lainnya Kurniati, juga mengungkapkan hal serupa. Ia mengatakan Gubernur Sumut, sebelumnya sudah berjanji memperbaiki kawasan tersebut melalui pembangunan turap.

“Tapi kemarin Gubernur berjanji mau memperbaiki ini. Katanya bulan Juni. Tapi sampai sekarang tidak ada,” ungkapnya.

BACA JUGA..  Usai Topan Ginting Tersangka, Gubsu Bobby Nasution Akan Diperiksa KPK Terkait Korupsi Jalan?

Menurutnya, warga sangat berharap pembangunan turap tersebut segera direalisasikan karena kondisi disekitaran sungai masih membuat masyarakat khawatir ketika hujan turun dan hari mulai gelap.

“Pokoknya kalau sudah gelap seperti ini, kondisinya kami lari. Kalau tidak percaya tanya yang rumahnya warna putih itu,” katanya.

Kurniati mengaku, dirinya bahkan pernah meninggalkan rumah bersama ke 2 anak perempuannya untuk mencari tempat yang lebih aman karena sungai kembali meluap.

“Saya lari bersama dua anak perempuan saya. Kami takut kalau air naik lagi,” katanya.

Ia kembali menegaskan hingga saat ini pembangunan turap yang dijanjikan tersebut belum juga dilaksanakan,”Sampai sekarang pembangunan Bronjong belum dikerjakan,” katanya. (msp)