IKLAN

Terbengkalai Dan Disorot DPRD! Pemko Tebingtinggi Panik, Mobil Damkar Ikut Sedot Air Berlumut Kolam Renang Rp3,2 Miliar

Mobil pemadam kebakaran digunakan membantu menyedot air kolam renang yang berlumut. Dan (bawah) mesin pompa air inilah digunakan untuk menyedot air kolam renang berlumut selanjutnya dibuang kebalik tembok. (AM Sitorus/Sumutpost.id)

TEBINGTINGGI, Sumutpost.id – Pemko Tebingtinggi panik. Dalam hitungan puluhan jam usai disorot dan dikritik anggota DPRD, kolam renang yang baru direhabilitasi dengan menghabiskan uang negara miliaran rupiah, tampak terbengkalai dan tidak diurus, langsung disedot airnya sementara semak belukar masih rimbun.

Kepanikan itu dikuatkan sikap reaktif Pemko atau pihak pengelola kolam renang kebanggaan masyarakat Kota Tebingtinggi. Pada Rabu sore (4/3/2026), satu unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) dihadirkan menyedot air kolam yang sudah berlumut hijau. Selain menggunakan Damkar, selang-selang berukuran besar pun dimasukkan ke dalam kolam untuk menyedot secara manual.

Sikap reaktif atau bahasa umumnya panik yang ditunjukkan Pemko atas sidak anggota DPRD Tebingtinggi beberapa hari lalu, malah menjadi perhatian masyarakat. Perhatian tertuju pada roses pengurasan dan pembersihan kolam yang dilakukan secara manual.

BACA JUGA..  Kontrak Habis, 4 Proyek Belum Rampung Sampai Akhir Tahun

Mesin pompa terlihat menyedot air kolam yang menghijau dan membuangnya ke sisi luar tembok kompleks. Sistem sirkulasi air yang semestinya menjadi komponen utama dalam pengelolaan kolam renang modern justru tidak tampak berfungsi secara optimal.

Padahal, dalam standar teknis kolam renang, sistem sirkulasi dan filtrasi berperan menjaga kualitas air tetap jernih dan higienis tanpa harus dikuras total secara berkala. Ketika sistem tersebut tidak berjalan, maka perawatan otomatis berubah menjadi manual dan darurat. Alhasil situasi itu dinilai “tidak sebanding” dengan besarnya anggaran rehabilitasi kolam renang tersebut.

“Kalau sistem sirkulasi berfungsi baik, air tidak akan sampai menghijau seperti itu. Artinya ada yang tidak beres dan tidak berjalan sebagaimana mestinya kolam renang itu, dan ini namanya proyek kolam itu terlalu dipaksakan kali,” ujar seorang warga mengaku bernama Iwan yang datang menyaksikan pembersihan kolam renang itu.

BACA JUGA..  Bobby Nasution Lantik 129 Pejabat Manajerial dan Fungsional
Dari balik tembok kolam renang inilah air kolam berlumut yang telah disedot secara manual dibuang. (AM Sitorus/Sumutpost.id)

Di saat bersamaan, satu unit mobil pemadam kebakaran (damkar) juga terlihat digunakan untuk menyedot air kolam. Belum ada keterangan resmi dari pemerintah kota mengenai alasan penggunaan armada tersebut.

Warga sekitar menilai langkah itu terkesan janggal dan reaktif. “Baru disorot langsung dibersihkan. Ini kan proyek miliaran rupiah, masa perawatannya seperti ini,” kata seorang warga.

Pantauan di lapangan juga menunjukkan semak belukar dan rumput liar masih tumbuh di sejumlah sudut kompleks. Pembersihan belum menyentuh seluruh area.

BACA JUGA..  Siarkan Video Seks Berbayar, Sejoli HN Purba dan Boru Panjaitan Ditangkap di Medan

Sebelumnya, DPRD Kota Tebingtinggi menyoroti air kolam yang berlumut serta lemahnya pemeliharaan fasilitas. Mereka mendesak agar kolam segera dibenahi dan dapat dimanfaatkan masyarakat menjelang Idul Fitri.

Namun publik kini mempertanyakan lebih dari sekadar kebersihan. Dengan anggaran APBD miliaran rupiah, sistem sirkulasi yang seharusnya menjadi jantung operasional kolam justru tidak berfungsi optimal. Kondisi ini memunculkan pertanyaan tentang kualitas rehabilitasi dan pengawasan teknis proyek.

Pembersihan mendadak dinilai belum cukup menjawab persoalan mendasar. Yang ditunggu masyarakat adalah kejelasan dan akuntabilitas, agar fasilitas publik tersebut benar-benar layak pakai, bukan sekadar tampak bersih setelah disorot, habis itu kotor, jorok dan kumuh kembali. (msp)