MEDAN, Sumutpost.id – Tidak hanya melakukan penindakan tegas terhadap pelaku kejahatan narkotika, namun Satres Narkoba Polrestabes Medan, juga terus mengedepankan langkah preemtif sebagai upaya menyelamatkan generasi penerus bangsa, dari bahaya narkoba.
Hal disampaikan Kasat Res Narkoba Polrestabes Medan, Kompol Refli Yusuf Nugraha SH SIK MIP saat hadir sebagai narasumber dalam program Oase Iman dengan tema menguatkan iman generasi untuk kuat dan menolak narkoba di Stasiun TVRI Jalan Putri Hijau Medan, Sumatera Utara, Jumat (8/5/26) kemarin.
Rafli mengajak masyarakat sama-sama memerangi narkoba, mulai dari lingkungan keluarga. Dalam sesi tanya jawab bersama lebih 100 ibu – ibu dari berbagai pengajian, Rafli menjelaskan jika narkoba yang beredar kini sudah jauh bertransformasi.
Jika dulunya narkoba hanya dikenal sebatas sabu dan ganja, narkoba saat ini bahkan sudah dikemas dalam rokok elektrik, dan penggunanya mayoritas dari kalangan pemuda.
“Mari sama-sama kita perangi narkoba, ibu – ibu disini awasi anaknya, karena transformasi narkoba saat ini begitu cepat dan targetnya memang merusak generasi penerus bangsa. Kita bisa mencegahnya mulai dari lingkungan rumah,” saran Rafli.
Kasat menerangkan, untuk memberantas narkoba di Kota Medan, Polrestabes Medan memiliki program gerebek sarang narkoba (GSN), yang menyasar perkampungan yang di dalamnya terdapat peredaran narkoba.
Namun, tidak jarang saat penggerebekan warga malah menghalangi petugas, dan cenderung mendukung bandar narkoba.
“Kami sering melakukan gerebek sarang narkoba, namun di beberapa tempat kami sering kesulitan dan bahkan mendapat perlawanan. Ini yang harapkan dari ibu – ibu yang ada disini, mari bantu kami setiap kali ingin membersihkan narkoba di perkampungan yang ada peredaran narkoba,” ungkapnya.
Rafli menambahkan untuk memberantas narkoba, pihaknya bahkan tidak hanya menangkap pelaku ‘kelas teri’, karena beberapa pengungkapan terakhir juga mengungkap kasus peredaran narkoba dalam jumlah besar, seperti pengungkapan 80 kg sabu, 50 kg sabu, 50.000 butir pil ekstasi, hingga penggerebekan apartemen yang menjadi gudang penyimpanan ratusan vape narkoba.
“Kami juga melakukan penindakan sindikat narkoba jaringan internasional. Bahkan, dalam proses pengembangan kami sampai harus berangkat ke luar daerah seperti Aceh, agar Medan bisa terbebas dari peredaran narkoba. Oleh sebab itu, kami membutuhkan kerjasama dari seluruh masyarakat,” pungkas Kompol Rafli Yusuf Nugraha SH SIK MIP.
Untuk ketahui juga hadir sebagai narasumber dalam program Oase Iman tersebut adalah Alustad Dr Drs H Amhar Nasution MA. (msp)








