TAPTENG, Sumutpost.id – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Mual Nauli Tapteng kebut perbaikan jaringan dan sumber air rusak berat disebabkan banjir dan tanah longsor untuk melayani masyarakat pascabencana.
Dirut Perumda Mual Nauli, Masril Tua Rambe mengungkap, telah melakukan perbaikan sejumlah lokasi terdampak.
“Hampir seluruh sumber air dan pipa eksisting kita rusak berat akibat bencana alam lalu,” kata Masril Tua Rambe Sabtu (13/12/2025).
Saat ini, pihaknya membuat sumber air sementara untuk bisa didistribusikan ke masyarakat pelanggan.
Disampaikan, yang sudah selesai dikerjakan di antaranya, Manduamas, Aloban Bair, Barus, Sosor Gadong, Sorkam, Mela, Aek Gambir dan Desa Mungkur Satu.
“Satu sumber air di Jalan Baru, Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Pandan sudah selesai. Saat ini pekerjaan masih berlangsung di beberapa titik di kawasan Sihaporas,” kata Masril.
Masril menarget, pekerjaan di beberapa sumber tadi bisa selesai dua hari ke depan, dan sudah bisa mengalir untuk sebagian pelanggan di kawasan Kota Pandan.
Untuk pekerjaan di sumber air di Sipan Sihaporas dan Sarudik, estimasinya akan selesai tiga minggu ke depan.
“Saat ini, tim sedang membersihkan material kayu yang menumpuk di reservoir dan di lintasan pipa,” katanya.
Kendalanya, mobilisasi bahan ke sumber-sumber air yang berada di kawasan perbukitan, harus diangkut secara manual jalan kaki berkilometer.
Masril mengungkap, khusus pekerjaan di kawasan Pandan, pihaknya menerjunkan 50 personel yang dibagi 3 tim.
“Satu tim itu di atas bukit Sipan Sihaporas, dan tim lainnya di belakang Jalan Baru,” katanya.
Kemudian, ada satu tim khusus menggali pipa untuk digunakan dalam pemasangan pipa baru. Ada sumber air yang hilang tapi pipanya bagus, ada juga sumber airnya bagus tapi pipanya hilang.
“Nah, itu yang akan kita ambil, kita ganti ke yang sumbernya masih bagus,” katanya.
Kalau dipesan dari Medan, mungkin tahun depan baru datang, tidak mungkin.
“Maka kita ambil inisiatif, kita gali pipa-pipa yang tak dibutuhkan untuk digunakan ke
sumber yang masih bisa digunakan,” katanya.
Masril menambahkan, pihaknya terus berupaya cepat menormalisasi semua eksisting yang rusak akibat bencana. (msp)







