IKLAN IKLAN

Masinton Pasaribu: Tidak Boleh Anak Tapteng Putus Sekolah karena Alasan Ekonomi

Calon Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu-Mahmud Efendi Lubis, bersama anak Tapteng. Tidak boleh anak Tapteng putus sekolah karena alasan ekonomi. (ist/Sumutpost.id)

TAPTENG, Sumutpost.id – Pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) Masinton Pasaribu-Mahmud Efendi Lubis (MAMA) berkomitmen memberikan pendidikan berkualitas bagi anak Tapteng.

Pendidikan akan menjadi salah satu prioritas dalam program kerja, jika MAMA terpilih menjadi pemimpin pada Pilkada Tapteng yang digelar serentak 27 November 2024 nanti.

Masinton Pasaribu mengatakan, pendidikan yang baik merupakan pondasi penting untuk mencetak generasi penerus yang mampu membawa Tapteng menuju kemajuan dan kesejahteraan.

Pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang tidak hanya berdampak pada individu, tetapi terhadap kesejahteraan masyarakat Tapteng.

“Seluruh anak Tapteng harus mendapat akses pendidikan yang layak dan berkualitas, tanpa memandang latar belakang sosial dan ekonomi. Karena pendidikan adalah kunci membangun masa depan. Tidak boleh anak Tapteng putus sekolah karena alasan ekonomi,” kata Masinton Pasaribu kepada wartawan, Selasa 22 Oktober 2024.

BACA JUGA..  Jelang Pelantikan Masinton-Mahmud di Istana Negara, Selangkah Menuju Tapteng Naik Kelas dan Adil Untuk Semua

Masinton Pasaribu menegaskan, anak-anak harus dibekali dengan pendidikan yang memadai, mulai dari tingkat dasar hingga menengah. Menjadikan generasi yang cerdas, berkarakter, dan mampu bersaing di era global.

Masinton Pasaribu juga menyoroti pentingnya perbaikan fasilitas pendidikan, terutama di daerah pelosok-pelosok desa dan terpencil.

Pihaknya pun berencana membangun sekolah baru di daerah yang belum terjangkau, serta merenovasi bangunan sekolah yang rusak agar lebih layak digunakan.

BACA JUGA..  Dugaan Korupsi BPBD Tapteng 2017, Masinton Pasaribu: Usut Aktor Intelektual Korupsi di Tapteng

“Tadi, ada saudara kita yang dari Pulau Mursala mengeluhkan pendidikan yang sangat minim, karena faktor ekonomi. Bahkan di sana banyak anak-anak yang tidak sekolah,” kata Masinton.

Jika MAMA terpilih sebagai pemimpin Tapteng, hal itu akan menjadi tugas mereka ke depan. Termasuk menyediakan fasilitas yang mendukung proses belajar mengajar.

Selain memperhatikan anak-anak sekolah, peningkatan kapasitas guru atau tenaga pendidik di Tapteng juga harus ditingkatkan.

“Guru adalah ujung tombak pendidikan. Maka kesejahteraan para guru harus diperhatikan. Kita akan dorong sertifikasi guru, agar kualitas pengajaran semakin baik,” katanya.

Sebagian bentuk komitmen terhadap pemerataan pendidikan, MAMA juga berencana meningkatkan akses pendidikan bagi anak dari keluarga kurang mampu melalui program beasiswa.

BACA JUGA..  Penasehat Hukum Masinton Pasaribu Laporkan Wakil Ketua DPRD Tapteng ke Polda Sumut

“Kita tidak boleh membiarkan anak-anak Tapteng putus sekolah, hanya karena masalah biaya. Pemerintah harus hadir untuk memastikan semua anak mendapatkan hak untuk belajar,” katanya.

Masinton juga menyampaikan, MAMA tidak hanya fokus pada aspek akademis, pendidikan karakter bagi anak-anak Tapteng juga penting.

Pendidikan harus mencakup pembentukan moral, etika, dan nilai-nilai kebangsaan yang kuat, agar generasi muda Tapteng tumbuh menjadi individu yang berintegritas dan berjiwa sosial.

“Penting membentuk karakter anak-anak, agar mereka tumbuh menjadi manusia yang berakhlak mulia dan cinta pada daerahnya,” Masinton menambahkan. (msp)