MEDAN, Sumutpost.id – Pusat Monitoring Politik dan Hukum Indonesia (PMPHI) mengapresiasi keputusan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang akan menghadiri sidang terkait tuduhan ijazah palsu di pengadilan negeri (PN), 5 November mendatang.
Koordinator PMPHI Wilayah Sumut, Gandi Parapat mengatakan, pihaknya akan ikut menghadiri persidangan untuk memberikan dukungan terhadap Jokowi. Kehadiran Jokowi dipastikan akan menghentikan kegaduhan di tengah publik atas tuduhan menggunakan ijazah palsu.
“Kami juga akan mendesak pihak pengadilan untuk memberikan hukuman yang lebih berat terhadap pihak yang memfitnah Jokowi tersebut. Kita mendorong ini karena sangat meyakini Jokowi tidak menggunakan ijazah palsu. Kami prihatin melihat kejadian yang menimpa mantan pemimpin negeri ini,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Gandi meminta Presiden Prabowo Subianto supaya memberikan perhatian khusus terhadap Jokowi yang ingin membuktikan kebenaran di pengadilan.
“Mulai dari kondisi kesehatan maupun pengamanan untuk keselamatan Jokowi harus bisa menjadi perhatian khusus Prabowo Subianto. Masyarakat juga akan mengapresiasi Presiden Prabowo jika turut mendampingi Jokowi saat hadiri persidangan,” jelasnya.
Menurutnya, keselamatan Jokowi bersama keluarganya harus menjadi prioritas. Soalnya, tidak bisa dipungkiri bahwa banyak pihak yang dengan sengaja menghasut masyarakat untuk membenci Jokowi.
“Saya secara pribadi merasa prihatin melihat hasutan untuk membenci Jokowi. Bahkan, sampai hal-hal yang sangat tidak pantas, diperlakukan terhadap Jokowi di depan rumahnya. Kita semua sudah mengetahui tentang siapa dalang penghasut ini,” sebutnya. (msp)








