IKLAN

Buntut Penyitaan Uang 3,5 Miliar dari Ketua Harian PSI, PMPHI Sentil KPK: Jangan Sentuh Orang Kepercayaan Jokowi

MEDAN, Sumutpost.id – Pusat Monitoring Politik dan Hukum Indonesia (PMPHI) menyentil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas penyitaan uang Rp3,5 miliar dari Ketua Harian Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ahmad Ali. Diketahui, uang tersebut diduga mengalir dari praktik suap pertambangan batu bara di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur.

PMPHI menyebut bahwa KPK bergerak sembrono. KPK harusnya melihat siapa Ahmad Ali, tegas PMPHI.

Gandi Parapat selaku Korwil PMPHI Sumut, kepada media menyebutkan bahwa KPK bekerja sembarangan.

“KPK ini sepertinya bekerja sembarangan. Mereka harus tau bekerja untuk siapa. Sedangkan Silvester saja yang sudah ditetapkan sebagai penjahat, ngak bisa ditangkap,” sentil Gandi Parapat.

Masih Gandi, katanya dengan tegas agar KPK menyelamatkan  kasus penyitaan Rp 3.5 M dari ketua harian, PSI jangan dikembangkan. Dan bila perlu segera kembalikan uang itu ke yang bersangkutan atau ke PSI dan jangan coba-coba menyinggung orang kepercayaan Jokowi.

“KPK harus buka mata Jokowi sekarang sedang mencoba bergerak melalui PSI ternyata setiap daerah menyambutnya,” kata Gandi sembari menambakan, bahwa KPK selama Prabowo Presiden sudah bekerja baik.

BACA JUGA..  KPK Akan Panggil dan Periksa Tim Transisi Gubsu Bobby Nasution Dalam Waktu Dekat

“KPK ini sebenarnya sudah bekerja dengan baik selama Presiden Prabowo, seperti tidak menyentuh Menteri Kehutanan yang merupakan orangnya Jokowi. Dan kita tau Menhut itu punya peranan penting membesarkan PSI,” sindir Gandi Parapat.

Gandi Parapat juga mengatakan, masalah Menhut yang diduga  menerima uang agar tidak diperiksa KPK lagi. Tujuannya, agar KPK selamat. “Masih banyak pekerjaan KOK seperti membuat OTT kepada pejabat yang tidak berhubungan langsung dengan Jokowi,” katanya.

BACA JUGA..  Kejagung Harus Gandeng Polri Mengungkap Kasus Febrie Adriansyah

Diakhir keterangannya, Gandi Parapat mengingatkan KPK hubungan Presiden Prabowo dengan Jokowi. “KPK harus tau bagaimana hubungan Jokowi dengan Prabowo Presiden RI. Kalau sempat Jokowi terusik atau terganggu akibat ulah KPK, kami sangat yakin bahaya, KPK bisa segera dibubarkan,” tegasnya.

“Bagaimana dengan Izajah Jokowi ? Kami yakini itu segera berakhir karena katanya Jokowi akan hadir di PN. Yang terpenting sekarang ini kami menilai jangan coba-coba menyinggung Jokowi, dan Prabowo pasti ambil langkah,” pungkas Gandi. (msp)