IKLAN IKLAN
DAERAH  

Kedatangan Zakky Shahri Ketua DPRD Deliserdang: Mencari Solusi atau Panggung Politik?

Ratusan murid MTs Al Washliyah Galang tidak bisa masuk ke gedung SMPN 2 Galang untuk melakukan proses belajar mengajar, Senin (14/7/25). (Ist/Sumutpost.id)

DELISERDANG, Sumutpost.id –
Kedatangan Zakky Shahri, Ketua DPRD Deliserdang, ke SMPN 2 Galang telah menimbulkan kontroversi di kalangan masyarakat.

Banyak yang mempertanyakan apakah kedatangan beliau benar-benar untuk mencari solusi atas masalah yang dihadapi oleh sekolah tersebut atau hanya sebagai panggung politik untuk meningkatkan popularitasnya.

Sebagai ketua DPRD, Zakky Shahri memiliki tanggung jawab untuk memimpin dan mengawasi jalannya pemerintahan di Deliserdang. Namun, dalam kasus SMPN 2 Galang, tampaknya kedatangannya lebih seperti upaya untuk mencari perhatian publik daripada benar-benar mencari solusi.

Guru dan siswa SMPN 2 Galang telah lama mengalami kesulitan akibat permasalahan yang dihadapi oleh sekolah tersebut. Mereka membutuhkan solusi yang konkret dan efektif untuk mengatasi masalah tersebut. Namun, kedatangan Zakky Shahri tidak membawa dampak yang signifikan bagi mereka.

BACA JUGA..  Bawaslu Kota Binjai Gelar Sosialisasi Pengawasan dan Launching IKP

Dalam kesempatan ini, kita perlu mempertanyakan apakah kedatangan Zakky Shahri benar-benar untuk kepentingan masyarakat atau hanya untuk kepentingan politiknya sendiri. Sebagai pemimpin, Zakky Shahri harusnya lebih fokus pada mencari solusi yang efektif dan berkelanjutan bagi masyarakat, bukan hanya mencari perhatian public.

Untuk diketahui, perpindahan SMPN 2 Galang dimulai pada Januari 2023, setelah keluar putusan Mahkamah Agung yang memenangkan pihak Al-Washliyah atas lahan sekolah. Kemudian atas instruksi Dinas Pendidikan daerah itu, seluruh kegiatan belajar harus dikosongkan.

BACA JUGA..  PERMAK Apresiasi Lapas Kota Pematangsiantar Transparan Status Narapidana Korupsi BTN dan ATK Dapat PB

“Kami pindah ke SD di Desa Pisang Pala hampir setahun. Tapi akhir tahun terjadi pembacokan terhadap pekerja sekolah. Orang tua resah dan akhirnya kami direlokasi ke SMPN 1 Galang,” ujar Sarifah kepada awak media.

Kami ini guru, tentu taat pada perintah pimpinan. Tapi melihat anak-anak belajar dalam kondisi seperti ini membuat hati kami hancur,” kata Sri Wardani didampingi Sarifah Aini Siahaan dan Masidana Siahaan, guru SMPN 2 Galang, kepada awak media Selasa (15/072025).

BACA JUGA..  Kahiyang Ayu Dorong Kader PKK Kembangkan Produk Turunan Berbasis Potensi Lokal

Kondisi tersebut diperparah dengan sikap Ketua DPRD Deliserdang Zakky Shari yang dianggap tak adil dalam menyikapi polemik. Para guru menyuarakan kekecewaan karena selama dua tahun mereka berpindah-pindah tanpa kehadiran wakil rakyat, namun Ketua DPRD justru muncul saat konflik dengan Al-Washliyah mencuat,

“Ada apa dengan Ketua DPRD dan wakil nya ini?,” tanya para orangtua murid. (msp)