TAPSEL, Sumutpost.id – Langkah strategis terus ditempuh Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) Gus Irawan Pasaribu, dalam menuntaskan ekonomi warga yang cenderung ‘dijerat’ rentenir atau lembaga pembiayaan lain dengan bunga tinggi dalam berusaha. Salah satunya, dengan menggandeng Bank Sumut, dengan program yang dimilikinya.
Kepada wartawan Rabu (16/4/2026), Bupati menyebut upaya untuk memberdayakan warga dengan program pembiayaan yang terukur, merupakan bagian dari strategi Gubernur Sumatera Utara M. Bobby Afif Nasution dengan kolaborasi Sumut berkah.
Dimana, Gubsu seringmeminta agar Kepala Daerah dibawahnya mencermati problem ditengah masyarakat, kemudian mengatasinya.
“Terutama dalam mendorong perekonomian warga. Selain itu Gubsu juga sempat menyoroti bahwa hanya 7,7 persen usaha mikro kecil menengah di Sumut yang memiliki akses ke perbankan. Kita faham bagaimana Gubsu mendorong pemberdayaan masyarakat dan menyelesaikan persoalan yang ada di bawah,” sebutnya.
Menurutnya, salah satu problem keuangan yang menjerat para usaha mikro kecil menengah adalah jerat rentenir atau pinjaman berbunga tinggi dalam berbagai bentuk.
“Masa iya mereka harus membayar bunga hingga 24 persen atau bahkan 28 persen setahun dari uang yang mereka pinjam. Ini saya kira terlalu tinggi,” terangnya.
Menurutnya, dengan mengandeng Bank Sumut, dengan metode penyelesaian yang disiapkan, Pemkab Tapsel sangat komit membantu memajukan usaha mikro kecil dan menengah serta transparansi sektor keuangan di Tapsel.
“Jadi sebelumnya kita sudah bekerjasama dengan Bank Sumut dalam cash management system. Ini kita menyasar langsung ke masyarakat agar jebakan bunga tinggi bisa dilepaskan terutama para korban bencana yang kehilangan usaha,” ungkapnya.
Tapsel Jadi Percontohan Bank Sumut di Sektor UMKM
Sementara, Direktur Utama Bank Sumut Heru Mardiansyah yang dihubungi wartawan menyebut, Bank Sumut sudah mempersiapkan berbagai langkah.
“Tujuannya menyahuti keinginan bapak gubernur agar Bank Sumut lebih leluasa memaksimalkan potensi daerah dengan tidak hanya mengandalkan APBN, APBD serta aparatur sipil negara sebagai basis inti pembiayaan bank daerah selama ini. Dan tentu kita faham Gubsu fokus pada kolaborasi Sumut berkah sehingga Bank Sumut pun harus berperan nyata,” tegasnya.
Disampaikan, Tapsel akan menjadi proyek percontohan pendanaan lewat Sumut Link dan pembiayaan usaha mikro kecil menegah, dengan melepaskan mereka dari jebakan kredit berbunga tinggi, atau agar terlepas dari rentenir.
“Karena sebelumnya Pemkab pun sudah bersepakat mendorong cash management system dan melakukan sosialisasi kepada para pengelola koperasi merah putih. Komitmen Pemkab Tapsel kami lihat sangat kuat untuk mendorong percepatan perekonomian warga dan transparansi keuangan. Sehingga sejalan dengan kita,” ungkapnya.
Ini Skema Yang Diterapkan Bank Sumut!
Dirut PT Bank Sumut ini juga mengatakan, bahwa pihaknya tengah menyiapkan dua skema dalam pemberdayaan perekonomian warga Tapsel yang bergerak di UMKM agar lepas dari jerat kredit berbunga tinggi tersebut.
“Pertama, kami siapkan skema pembiayaan. Kedua kami siapkan skema pendanaan dengan nama Sumut link,” terangnya.
Baginya, mengatasi persoalan yang disampaikan Bupati Tapsel, bahwa banyak warga terjerat suku bunga pembiayaan tinggi, maka Bank Sumut menyiapkannya dari sisi kredit.
“Bank Sumut, sudah melakukan pendekatan dengan Kepala Desa dan Kepala Dusun di sana untuk kemudian membuat skema pembiayaannya mirip grameen bank (tanggung renteng). Jadi nanti ibu-ibu pengusaha mikro di Tapsel akan kita fasilitasi mendapatkan pembiayaan murah dengan tanggung renteng minimal 6 orang per kelompok,” ungkapnya. (msp)







