IKLAN IKLAN

Judi Samkwan dan Sabung Ayam Masih Beroperasi di Balarang Binjai, Komitmen Kapolres dan Kapoldasu Dipertanyakan

Ayam sedang dilagakan di lokasi judi Sabung Ayam di Belarang Kota Binjai. (Dok.Sumutpost.id)

BINJAI, Sumutpost.id – Judi dadu Samkwan dan Sabung Ayam masih beroperasi di Kota Binjai, tepatnya di Jalan Gunung Sinabung Tanah Merah (Balarang), Kecamatan Binjai Selatan. Diketahui, kedua praktik penyakit masyarakat ini sudah lama beroperasi. Saat ini komitmen Kapolres Binjai dan Kapolda Sumut dipertanyakan.

Sudah banyak yang melaporkan keberadaan lapak perjudian ini. Tidak hanya masyarakat setempat, tetapi organisasi kemahasiswaan dan tokoh masyarakat pun sudah pernah angkat bicara.

Bahkan, informasi diperoleh media ini, pengadua  masyarakat (dumas) pun sudah pernah dilayangkan ke Polres Binjai. Tapi, seperti di lead berita diatas, komitmen Kapolres Binjai bahkan Kapolda Sumut diragukan untuk bisa benar-benar memberantas perjudian.

Parahnya, pada saat musim bulan puasa kemarin, dua pengelola perjudian berinisial An (judi Sabung Ayam) dan Aju (judi Dadu Samkwan), tetap membuka bisnisnya. Kedua pria keturunan ini tidak menghargai mayoritas masyarakat sekitar yang sedang melaksanakan ibadah puasa.

BACA JUGA..  Komunitas Tongkrongan Centre Kuphie Premium Galang Dana untuk Korban Banjir Aceh Tamiang

Sumber terpercaya sumutpost.id, menjelaskan, pengelola Aju mendapat omzet puluhan hingga ratusan juta sekali show (sabung ayam). Kondisi yang sama juga dinikmati pengelola dadu samkwan An.

Menurut narasumber saat ditemui wartawan di Kota Binjai, menjelaskan, arena perjudian tersebut yang dikelola (An dan Aju) berlangsung tiga kali dalam seminggu yakni hari Minggu, Senin dan Rabu.

Panitia perjudian itu mengadakan undangan tingkat nasional yang nilai taruhannya cukup fantastis, untuk tiket sendiri di bandrol Rp 100.000 per orang untuk kelas VIP, dan Rp 50.000 perorang untuk kelas biasa.

BACA JUGA..  Pelarian Bandar Sabu Erwin Iskandar Penyuap Mantan Kapolres Bima Terhenti Di Tanjungbalai

Ironis, perjudian sabung ayam atau lebih dikenal laga ayam dan judi samkwan luput dari pengawasan pihak penegak hukum baik Polsek maupun Polres Binjai dan Polda Sumatera Utara.

Masih informasi dari narasumber, aktivitas perjudian sabung ayam dan dadu samkwan itu sangat terorganisir dan para bandar judi terkenal licin dan seakan kebal hukum.

Bukan rahasia umum lagi di Balarang lokasinya perjudian, seluruh masyarakat Binjai sudah tau. “Kalau pihak Kepolisian gak tau, gak mungkin lah. Dan masyarakat menduga langgengnya perjudian milik An dan Aju dikarenakan ada setoran nya” ucap sumber yang enggan menyebutkan namanya demi keamanan.

Lanjut warga, petugas bukannya tidak pernah turun lokasi namun sepertinya settingan untuk laporan ke pimpinan nya saja. Namun, setelah itu lokasi perjudian beroperasi kembali.

BACA JUGA..  Edarkan Sabu 4 Kg, Mahasiswa dan Rekannya Ditangkap di Medan Polonia

“Lokasi perjudian Sabung Ayam dan Samkwan selalu di penuhi para pemain yang berasal dari Kota Binjai maupun dari luar Kota Binjai,” ujar warga.

Polisi Diduga Tenerima Setoran

Aparat Penegak Hukum (APH) Mulai dari Polsek Binjai Selatan dan Polres Binjai diduga terima setoran dari pengelola judi Sabung Ayam dan Dadu Samkwan yang berada di Balarang Kecamatan Binjai Selatan.

Munculnya dugaan miring ini setelah Kapolres Binjai AKBP Bambang Christanto Utomo,SH, SIK,MH tidak menjawab konfirmasi yang dilayangkan beberapa wartawan terkait praktik perjudian Sabung Ayan dan Dadu Samkwan di wilayah hukumnya bisa aman terkendali, beberapa waktu lalu. (msp)