TEBINGTINGGI, Sumutpost.id – Beberapa keluhan warga yang tinggal di Wilayah Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebingtinggi terkait pemadaman listrik berulang saat waktu krusial, yakni menjelang Sholat Magrib dan Subuh akhirnya mendapat respons dari PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Kota Tebingtinggi.
Selain menyampaikan permohonan maaf, pihak PLN ULP Kota Tebingtinggi juga mengumumkan pelaksanaan “Grebek Penyulang” sebagai upaya memperbaiki jaringan listrik di wilayah tersebut.
Dalam keterangan yang diterima awak media, Selasa (28/4/2026), pihak PLN ULP Kota Tebingtinggi menyebut gangguan listrik yang terjadi belakangan ini disebabkan sejumlah faktor teknis, mulai dari komponen jaringan yang pecah dan terbakar hingga pepohonan yang menyentuh jaringan Tegangan Menengah (TM).
Gangguan itu disebut berdampak terjadinya pemadaman listrik berulang pada sejumlah kawasan, seperti di Jalan Kebun Buah, Jalan Ksatria, Jalan Baja, Jalan Batu Bara, Jalan Kartini, Jalan Dr. Sutomo, Jalan DI Panjaitan, hingga beberapa kelurahan di Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebingtinggi.
Manager PLN ULP Kota Tebingtinggi, Martha Retniati, menyebut tindakan Grebek Penyulang diklaim sebagai pemeliharaan terpadu jaringan distribusi listrik, meliputi pemeriksaan, perbaikan, penormalan, serta pengamanan jaringan guna menekan potensi gangguan berulang.
Lanjutnya, pihaknya memahami ketidaknyamanan pelanggan atas seringnya pemadaman yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan akibat gangguan listrik yang terjadi. Melalui “Grebek Penyulang” ini, kami berupaya melakukan perbaikan jaringan secara menyeluruh agar keandalan listrik di wilayah Kota Tebingtinggi dapat semakin baik,” ujarnya.
Meski demikian, di tengah penjelasan teknis tersebut, salah seorang warga Kota Tebingtinggi tetap berharap perbaikan tidak berhenti pada istilah-istilah program dan jargon pemeliharaan semata. Akan tetapi lebih dari itu, diharapkan ke depannya, pemadaman berulang tidak sering lagi terjadi, terlebih pada saat waktu ibadah dan aktivitas pagi hari.
“Kami berharap, mati lampu tidak lagi terjadi berulang seperti beberapa hari sebelumnya”, sebut M. Putra, warga yang sempat menunjukkan aksi protesnya kepada PLN gara-gara tanpa pemberitahuan terlebih dahulu, PLN sering kali “mati lampu” di jam-jam yang dianggap krusial dalam aktivitas warga. (msp)








