JAKARTA, Sumutpost.id – Pusat Monitoring Politik dan Hukum Indonesia (PMPHI) mengingatkan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) supaya menepati janjinya untuk memperlihatkan ijazah aslinya saat menghadiri proses persidangan yang menyeret Roy Suryo maupun dr Tifa di pengadilan.
Koordinator PMPHI Wilayah Sumut, Gandi Parapat mengatakan, kehadiran Jokowi untuk membuktikan keabsahan ijazahnya tersebut sangat dinantikan masyarakat. Kehadiran Jokowi juga dipastikan akan menghentikan kegaduhan maupun blok yang selama ini terjadi di tengah masyarakat.
“Kehadiran Jokowi untuk membuktikan keaslian ijazahnya sangat diperlukan. Tentunya kehadian mantan kepala negara ini harus menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto. Kedatangan Jokowi harus benar-benar aman. Jika perlu Bapak Prabowo Subianto langsung ikut mengawal kedatangan Jokowi,” katanya.
Mengingat janji Jokowi untuk menunjukkan ijazah aslinya di pengadilan, dan jarak tempat tinggal Jokowi setelah tidak lagi menjadi kepala negara, tentunya masalah keamanan juga perlu diperhatikan. Tentunya Presiden Prabowo sebagai mantan Pangkostrad dipastikan menyadari persoalan keamanan dan keteriban di masyarakat.
“Tidak salah juga jika Presiden Prabowo untuk menyediakan penginapan untuk mantan Presiden RI yang sangat dicintai rakyat tersebut. Bila perlu Jokowi dapat diinapkan di Istana Presiden atau di kediaman Prabowo Subianto. Ini lebih aman dan nyaman guna mengantisipasi hal- hal yang tidak diinginkan,” ubgkapnya.
Menurut Gandi, persoalan ijazah Jokowi ini tidak bisa dibiarkan berlarut – larut oleh Presiden Prabowo Subianto. Kepala Negara ini harus memberikan perhatian khusus agar masyarakat maupun kelompok tertentu tidak menuduh Prabowo sengaja membiarkan masalah ini berlangsung sangat lama. Prabowo juga harus bisa mengingat jasa Jokowi yang berperan memenangkannya saat pemilihan presiden (Pilpres) pada 2024 lalu.
“Kita sangat mencintai kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo Subianto ini. Kita meyakini Bapak Presiden Prabowo tidak akan menyandera persoalan ini hingga berlarut – larut. Meski Wakil Presiden Gibran Raka Buming Raka, bisa saja menjadi lawan politiknya saat pilpres 2029 mendatang, tentunya kepemimpinan Presiden Prabowo akan dinilai masyarakat,” sebutnya. (msp)







