TAPTENG, Sumutpost.id – Penanganan bencana merupakan urusan kemanusiaan yang tidak seharusnya ditarik ke dalam kepentingan politik. Di tengah proses pemulihan pascabencana yang melanda sejumlah wilayah pada November 2025 lalu, masyarakat diajak tetap menjaga solidaritas dan tidak terpengaruh narasi yang mencoba mempolitisasi musibah.
Hal itu disampaikan Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, saat menghadiri kegiatan pengembangan jaringan distribusi air bersih kerja sama Pemkab Tapanuli Tengah melalui Perumda Mual Nauli bersama Wahana Visi Indonesia di Kantor Camat Tapian Nauli, Rabu (13/5/2026).
“Bencana adalah urusan kemanusiaan. Ada yang mencoba menarik-narik ke arah politik, abaikan saja. Bencana tidak pernah ada dalam benak kita, dan tentu tidak ada satu pun yang menginginkannya terjadi,” ujar Masinton di hadapan masyarakat Kecamatan Tapian Nauli.
Bupati menjelaskan, bencana yang terjadi pada November 2025 lalu melanda tiga provinsi sekaligus, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Di wilayah Sumatera Utara, Kabupaten Tapanuli Tengah menjadi salah satu daerah yang mengalami dampak paling parah.
Dalam situasi tersebut, pemerintah pusat juga harus membagi fokus penanganan terhadap berbagai daerah terdampak lainnya di sejumlah kabupaten dan kota.
Kementerian terkait, TNI, Polri, pemerintah daerah hingga relawan bergerak cepat melakukan penanganan darurat, evakuasi warga, penyaluran bantuan, serta pemulihan infrastruktur.
“Situasi itu membuat energi pemerintah pusat maupun daerah harus terbagi dalam waktu yang bersamaan. Namun seluruh pihak tetap berupaya maksimal dalam melakukan penanganan,” kata Masinton.
Meski dihadapkan pada berbagai keterbatasan dan tantangan, lanjutnya, semangat gotong royong antara pemerintah dan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam melewati masa sulit pascabencana. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor mampu mempercepat proses penanganan dan pemulihan secara bertahap di wilayah terdampak.
“Dengan kebersamaan dan semangat gotong royong, situasi sulit itu perlahan mampu kita lalui,” pungkasnya. (msp)








