IKLAN IKLAN

Mengenang Almarhum Jenderal Polisi Raziman Tarigan: Sosok Humanis yang Tak Terlupakan

MEDAN, Sumutpost.id – Kabar duka menyelimuti dunia kepolisian. Brigjen Pol (Purn) alm. Raziman Tarigan meninggal dunia pada Sabtu (19/4/2026) akibat kecelakaan lalu lintas di Jalan Melati Raya, Kecamatan Medan Selayang, Kota Medan.

Menurut informasi yang beredar, almarhum mengalami kecelakaan sekitar pukul 18.15 WIB saat dalam perjalanan pulang setelah keluar rumah. Ia diketahui mengendarai kendaraan All Terrain Vehicle (ATV) roda empat dan disebut-sebut menjadi korban tabrak lari. Hingga kini, kasus tersebut masih dalam penanganan Satlantas Polrestabes Medan dengan bantuan rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.

Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi banyak pihak yang pernah merasakan kebaikan dan ketulusan hatinya.

BACA JUGA..  Berita duka

Salah satunya adalah Suardi, yang memiliki kenangan mendalam bersama almarhum dalam dua peristiwa penting hidupnya.

Peristiwa pertama terjadi saat almarhum menjabat sebagai Wakapolda Metro Jaya. Kala itu, Suardi mendapat amanah dari gurunya, alm. Syekh Salman Da’im, untuk menjenguk H.Abdillah AK, MBA yang tengah ditahan di Rutan Polda Metro Jaya oleh KPK.

Meski waktu telah larut malam dan jam besuk telah berakhir, Suardi tetap mencoba menghubungi almarhum Raziman Tarigan. Di luar dugaan, respons hangat pun diberikan. Melalui ajudannya, Suardi bahkan diizinkan menjumpai tahanan pada tengah malam—sesuatu yang nyaris mustahil dalam prosedur biasa.

Pertemuan itu berlangsung penuh kehangatan. Abdillah AK, MBA yang sempat terkejut dan bahagia, dapat berbincang panjang tanpa batas waktu. Hingga menjelang Subuh, mereka larut dalam percakapan yang sarat makna, tanpa terasa lelah.

BACA JUGA..  Pencetus Nama Mesjid Agung Kantor Bupati Tapsel Tutup Usia

Peristiwa kedua terjadi ketika almarhum menjabat sebagai Wakil Komandan Korps Brimob Polri. Saat itu, keponakan Suardi, alm. Briptu Maihendra Prabudi yang bertugas di Brimob Polda Aceh, memberanikan diri menemui almarhum dalam sebuah kunjungan kerja di Aceh.

Meski dalam situasi penuh keterbatasan dan risiko, almarhum tetap menunjukkan kerendahan hati dengan menerima pertemuan tersebut. Setelah mengetahui hubungan Maihendra dengan Suardi, komunikasi pun terjalin kembali.

Suardi kemudian menghubungi almarhum untuk memohon bantuan agar keponakannya dapat dipindahkan ke Medan, mengingat kondisi orang tuanya yang sudah tua dan sakit-sakitan. Dengan penuh perhatian, almarhum memberikan arahan agar dibuatkan surat permohonan resmi.

BACA JUGA..  Brigjen Pol Purn Raziman Tarigan Tewas Kecelakaan di Medan

Kesempatan itu datang saat acara keluarga almarhum di sebuah jambur kawasan Padang Bulan, Medan. Di tengah keramaian acara, almarhum tetap menunjukkan kepeduliannya.

Begitu melihat Suardi, ia langsung menginstruksikan ajudannya untuk mengambil berkas permohonan yang telah disiapkan.

Sikap humanis, sederhana, dan penuh empati itulah yang melekat kuat dalam diri almarhum Raziman Tarigan. Sosok perwira tinggi yang tidak hanya tegas dalam tugas, tetapi juga memiliki hati yang dekat dengan masyarakat.

Kini, sosok itu telah berpulang.
Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan segala kebaikan yang telah diberikan menjadi amal jariyah yang tak terputus. (msp)