LUBUK PAKAM, Sumutpost.id – Perayaan ritual Chengbeng yang merupakan festival ke-III dalam kelender lunar kebudayaan tionghoa dengan berziarah ke kuburan, merupakan hari puncak etnis tionghoa. Di kuburan/makam, peziarah melakukan sembayang demi menghormati leluhur, Minggu (30/03/2025)
Makna ritual chengbeng adalah menghomati orangtua yang telah meninggal sebagai bakti luhur anak kepada orangtua yang menjadi hukum adat etnis tionghoa dalam keluarga.
Perayaan ritual chengbeng ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam acara Pekan Budaya Nusantara ke II yang akan berlangsung pada tanggal 05-08 April 2025.
Panitia beserta Keluarga Besar Suku Hui Chou (Hui Ciu) melakukan ritual ziarah kuburan di Perkuburan Tionghoa Lubuk Pakam, selanjutnya berpindah lokasi di Kantor Yayasan Sosial Dharma Bakti Lubuk Pakam.
Turut hadir dari pihak Lempabudti YIHLP Ketua Pembina Ade Chandra,SH.MM, seksi panitia Cheng-beng Gimin, dan pengurus Yayasan Sosial Dharma Bakti Alfian dan Jansen serta pengurus Lainnya, Ketua/Cong Li Leluhur( Hui Ciu) Pau Tek dan para wakilnya.
Humas Panitia Pekan Budaya Nusantara (PBN) ke – II Hendrik Jon Saragih menjelaskan, acara makan bersama keluarga besar Hui Ciu akan digelar bersamaan dengan acara pembukaan PBN ke di Komplek Perguruan Dharma Bakti pada hari sabtu 5 April mendatang yang akan dibuka oleh Bupati Deliserdang dr. Asri Ludin Tambunan. (msp)
L






