KABANJAHE, Sumutpost.id – Hujan deras yang mengguyur Kota Kabanjahe pada tanggal 15 April menyebabkan genangan air di sejumlah ruas jalan utama, mulai dari Jalan Jamin Ginting hingga Simpang Laudah. Kondisi ini langsung mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Karo.
Meski cuaca masih diguyur hujan deras, Kepala Dinas PUTR Kabupaten Karo, Edward P. Sinulingga, turun langsung ke lapangan untuk memimpin pengecekan drainase yang tersumbat di sejumlah titik lokasi. Didampingi tim teknis, beliau menyisir area terdampak guna memastikan penyebab utama air meluap ke badan jalan dan segera menentukan langkah penanganan yang efektif.
Langkah ini diambil atas instruksi langsung Bupati Karo agar dinas terkait segera menormalisasi titik-titik rawan banjir demi kelancaran arus lalu lintas dan kenyamanan warga.
Dari hasil inspeksi yang dilakukan oleh Kadis PUTR dan tim gabungan Dinas LHK, Dinas Kominfo Kabupaten Karo ditemukan dua faktor utama penyebab genangan air.
Pertama, dimensi parit terlalu kecil Saluran air di beberapa titik, seperti kawasan Jambu Rudang Mayang, Simpang Samura hingga Simpang Enam, serta depan SMA GBKP hingga Simpang Tiga Laudah, tidak lagi mampu menampung debit air yang tinggi.
Kedua, sumbatan sampah yang masif. Ditemukan tumpukan sampah masyarakat yang menyumbat aliran parit secara signifikan, menyebabkan air tidak dapat mengalir dan meluap ke jalan.
Aksi Penanganan Darurat
Mengatasi permasalahan tersebut, Pemerintah Kabupaten Karo melalui Dinas PUTR segera melakukan tindakan nyata di lapangan. Seperti menormalisasi dan pendalaman parit. Dilakukan pengerukan pada titik-titik kritis yang mengalami pendangkalan dan penyempitan.
Lalu melakukan pembersihan sampah secara massal, dimana petugas di lapangan langsung mengangkat sampah-sampah yang menyumbat, termasuk botol plastik dan limbah rumah tangga lainnya. Usai aksi lapangan, Pemkab menghimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran lingkungan.
“Stop sampah di parit! Parit kecil bukan tempat buang sampah. Mari kita jaga kebersihan drainase kita bersama agar tidak terjadi genangan lagi di masa mendatang,” tegas narasi dalam pemantauan tersebut.
Dengan kerja sama antara pemerintah yang responsif dan masyarakat yang tertib membuang sampah, diharapkan masalah genangan air di Kota Kabanjahe dapat teratasi secara permanen. (msp)








