IKLAN

Menkeu Purbaya Pastikan Harga BBM Bersubsidi Tak Naik Hingga Akhir 2026

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (kiri) bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian (kanan) memimpin Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Tahun 2025 di Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin (20/10/2025). (ANTARA/Ist/Int)

JAKARTA, Sumutpost.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah tidak akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi hingga akhir tahun 2026. Kepastian ini disampaikan meskipun harga minyak mentah dunia tengah bergejolak akibat konflik di Timur Tengah.

Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR, Senin (6/4/2026), menjawab pertanyaan Ketua Komisi XI DPR, Mukhamad Misbakhun, terkait kesiapan pemerintah menghadapi skenario harga minyak mentah di kisaran US$80 hingga US$100 per barel, seperti dilansir dari Detikcom.

BACA JUGA..  Polrestabes Medan Kembalikan 11 Sepeda Motor Kepada Pemiliknya

Purbaya menegaskan pemerintah telah melakukan berbagai perhitungan dan tetap mampu menahan harga BBM bersubsidi meskipun harga minyak rata-rata mencapai US$100 per barel hingga akhir tahun.

“Kami siap tidak menaikkan sampai akhir tahun untuk BBM bersubsidi dengan asumsi harga minyak rata-rata US$100 per barel sudah dihitung,” ujarnya.

Ia juga menenangkan masyarakat agar tidak khawatir terhadap potensi kenaikan harga. Menurutnya, pemerintah telah menyiapkan langkah antisipatif secara matang.

BACA JUGA..  Polres Taput Diduga Salah Tangkap Terduga Pelaku Penganiayaan di Pahae Jae, Istri: Saya dan Suami Seharian di Tarutung

“BBM bersubsidi sampai akhir tahun aman. Masyarakat tidak perlu takut, semua sudah kami perhitungkan,” tambahnya.

Selain itu, Purbaya mengungkapkan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 memiliki bantalan fiskal yang cukup kuat. Salah satunya berasal dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang saat ini mencapai Rp420 triliun.

Dana tersebut, kata dia, dapat digunakan untuk menutup potensi kenaikan beban subsidi akibat lonjakan harga minyak dunia.

BACA JUGA..  Laka Lantas Turun, Polda Sumut Maksimalkan Pengamanan Arus Balik

“Kita sudah siapkan dengan asumsi rata-rata US$100. Kalau dalam periode tertentu harga di atas itu, kita masih kuat dengan anggaran yang ada. Jika diperlukan, masih ada bantalan tambahan dari SAL,” jelasnya. (msp)