IKLAN IKLAN

Polda Sumut Tanggapi Soal Rekaman Suara Pejabat Kementerian Diduga Atur Paket Proyek Polisi di Medan

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan. (Dok. Sumutpost.id)

MEDAN, Sumutpost.id – Polda Sumatera Utara memberikan tanggapan tentang beredarnya rekaman suara seorang pejabat di Kementerian Koperasi yang diduga mengatur paket proyek untuk kepolisian di Kota Medan.

Melalui Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, mengakui telah mendengar rekaman suara tersebut. Menurutnya, rekaman yang beredar itu tidak jelas menyebutkan siapa polisi yang bermain proyek tersebut.

“Dalam rekaman itu disebut polisi, siapa polisinya, polisi kan banyak, salah satunya ada polisi pamong praja, nah itu yang mana?. Kalo memang tau laporkan saja oknumya siapa?,” ujarnya kepada awak media, Rabu (6/8).

“Saya sudah dengar semua rekaman suara yang dikirim itu. Enggak jelas itu,” terang juru bicara Polda Sumatera Utara tersebut.

Untuk diketahui, beredar rekaman suara seorang pejabat diduga Asisten Deputi Penataan Kawasan Usaha pada Deputi Bidang Pengawasan Koperasi Kementerian Koperasi (Kemenkop), Muhammad Husni, yang diduga dapat mengatur paket proyek di jajaran Pemko Medan.

BACA JUGA..  Polres Binjai Apel Gelar Pasukan Gabungan Operasi Patuh Toba 2024

Masih dalam ulasan rekaman suara itu diduga Muhammad Husni, dalam percakapannya menyebutkan institusi kepolisian. “Mainan polisi, tanya, mau duit apa mau paket (proyek). Kalau paket, mana pemain kau. Kita liat, kasihkan 10 persen. Kita udah tau jatah dia (diduga oknum polisi) 10 persen untuk kota ini. Itu lah bargening-nya,” ucapnya.

Tak hanya itu ia pun mengkerdilkan kepemimpinan Wali Kota Medan Rico Waas. Dari rekaman suara yang didapat mantan Kadis Kebersihan dan Kadis Lingkungan Hidup Kota Medan ini memiliki pengalaman yang cukup panjang di jajaran Pemko Medan mulai dari era kepemimpinan Wali Kota Medan Rahudman Harahap hingga Bobby Nasution.

Rekaman suara berdurasi 5.46 menit yang diterima wartawan itu terdengar percakapan Muhammad Husni yang memiliki pemahaman yang mendalam memainkan catur di pemerintahan.

BACA JUGA..  Judi Togel Marak di Wilayah Hukum Polres Langkat, Kasi Humas: Terimakasih Infonya Akan Kita Teruskan ke Reskrim

Bahkan lebih mencengangkan lagi, rekaman suara diduga Muhammad Husni menyebutkan Wali Kota Medan Rico Waas yang berlatar belakang suku Aceh tak boleh melebihi suku Jawa yang dianut Muhammad Husni dalam pola leadership pemerintahan, yang kemudian didengarkan sejumlah orang yang diduga salah satunya Kabag Umum Setdako Medan, Ridho Nasution.

Tak diketahui pasti kapan dan dimana rekaman suara itu diambil. Yang jelas, Muhammad Husni ada menyebut nama Ridho dalam pembicaraannya. Rekaman suara juga menyebutkan jika Wali Kota Medan Rico Waas saat ini tak punya pendamping atau ketua kelas yang layak dipercaya untuk menyusun strategi diduga bagi-bagi proyek APBD Kota Medan.

Sementara itu Muhammad Husni tidak membantah dan tidak pula membenarkan. Ketika kembali mencoba menghubungi nomor Asisten Deputi Penataan Kawasan Usaha pada Deputi Bidang Pengawasan Koperasi Kementerian Koperasi (Kemenkop), Muhammad Husni, di 082268541xxx via Whatsapp yang sebelumnya tak merespon.

BACA JUGA..  Tim Gabungan KPH I Stabat Amankan 1 Unit Excavator dari HPT, Kelompok Massa Diduga Suruhan Mafia Menghadang

Setelah tersambung, Muhammad Husni mengaku pernah kembali ke Kota Medan dan berkumpul dengan para juniornya di salah satu tempat. Terkesan samar membantah atau membenarkan rekaman suara itu miliknya, Muhammad Husni pun menjelaskan pertanyaan yang dilayangkan.

“Abang gak tau, namanya hidup ini kita kan jumpa kawan satu meja, kan udah macam adek semua itu. Ya kan! Kita kan cerita kedai kopi-nya ini, kan gitu,” jelasnya di ujung panggilan telepon Whatsapp, Minggu (3/8) sore seperti dinukil dari Waspadaonline.id.

Ketika awak media kembali menegaskan apakah benar rekaman suara itu miliknya, Muhammad Husni kembali menyebut tidak mengetahuinya. “Gak tau abang, yang penting abang pernah balik ke Medan, abang kumpul-kumpul dengan adik-adik abang tengah malam, kan gitu. Ya gak tau lah abang yang terjadi dinda, ya kan!,” bebernya meyakinkan. (msp)