PANCUR BATU, Sumutpost.id – Hingga saat ini, sudah 9 bulan laporan penembakan terhadap warga di Polsek Pancur Batu, belum ada perkembangannya. Atas tindakan pihak kepolisian yang dianggap abai, masyarakat berencana akan menggeruduk Mapolrestabes Medan.
Hal itu disampaikan korban penembakan Agus Ginting, Robin Sembiring dan Mirpan kepada media kemarin. Menurut mereka, hingga kini pelaku belum ada yang ditangkap polisi. Padahal, katanya, mereka sudah melaporkannya sejak 9 bulan lalu ke Polsek Pancur Batu.
Sesuai dengan Laporan Polisi Nomor: LP/B/106/III/2025/SPKT/POLSEK PANCUR BATU/POLRESTABES MEDAN/POLDA SUMATERA UTARA, tanggal 5 Maret 2025. Bahkan, informasi yang dihimpun awak media, Polsek Pancur Batu sudah pernah diunjuk rasa sebanyak 3 kali oleh masyarakat terkait kasus ini.
Para korban, kepada media menuding Polsek Pancur Batu sengaja melindungi para pelaku kejahatan. “Masarakat kecewa tindakan oknum – oknum Polsek Pancur Batu, kami mendesak Kapolda Sumatera Utara danĀ kapolrestabes Medan segera periksa oknum disana yang diduga terlibat dan melindungi tersangka, ” ungkap Robin sembiring.
Dikatakan Robin Sembiring, bukti tambahan keterangan saksi mengatakan mengenal mobil tersebut dan tau pemiliknya, dan pemilik mobil melalui via Whatsapp mengatakan mobil tersebut telah digadai kepada pria Warga Durin Simbelang yang bernama Irwandi alias Ribut, dan juga sudah diperiksa oleh penyidik Polsek Pancur Batu sebagai saksi, terangnya.
“Saksi Ribut mengatakan bahwa mobil tersebut sudah digadai lagi kepada seorang pria warga Jalan Desa Lama bernama Balong dan juga sudah diperiksa oleh Penyidik Polsek Pancur Batu. Tetapi tidak ada titik terang pelaku dari penembakan yang di lakukan di atas mobil merek Suzuki Carey pick up warna hitam,” kata Masih Robin Sembiring.
Melalui pemberitaan ini, Robin Sembiring berharap Polsek Pancur Batu segera menangkap para pelaku penembakan dan otak pelakunya yang diduga kuat adalah bos judi dan nqrkoba yang ada di Pancur Batu.
“Kami meminta keadilan bapak Kapolda Sumatera Utara dan bapak Kapolrestabes Medan segera turun langsung dan melihat apa sebenarnya yang terjadi terhadap para oknum – oknum polsek Pancur Batu yang diduga sengaja melindungi para pelaku kejahatan, ” tegas Robin Sembiring
Artinya jika pihak Polsek Pancur Batu serius menangani kasus ini, beberapa alat bukti semuanya sudah bisa tercukupi untuk mengungkap pelakunya, dan segera menangkap pelakunya.
“Kami berharap Kepada Bapak Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, S.I.K., M.H., Wakapolrestabes Medan, AKBP Rudi Silaen & Kapolda Sumatera Utara agar turun langsung untuk mengungkap laporan penembakan ini, dan juga segera mencopot Kapolsek Pancur Batu Kompol Djanuarsa SH, Kanit Reskrim Polsek Pancur Batu Iptu Junaidi Karosekali dan pbenyidik yang menangani laporan masyarakat ini,” ujar Robin sembari menegaskan bahwa dalam waktu dekat ini bersama masyarakat akan melakukan aksi demo ke Polsek Pancur Batu dan Polrestabes Medan agar mendapatkan keadilan.
Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Pancur Batu Iptu Junaidi Karosekali saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp ke nomor +62 813-7524-xxxx, sampai berita ini terbit belumĀ memberikan jawaban. Kapolsek Pancur Batu Kompol Djanuarsa SH juga belum memberikan jawaban apapun atas kinfirmasi yang dilayangkan media. (msp)







