IKLAN
DAERAH  

18 Tahun Jadi Ibukota Tapsel, Sipirok Butuh Pengembangan Wilayah

TAPSEL, Sumutpost.id – Sipirok merupakan Ibukota Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), sejak terbitnya Undang Undang nomor 37  dan 38 Tahun 2007, tentang Pembentukan Kabupaten Padang Lawas Utara dan Padang Lawas.

Artinya, sudah 18 tahun Sipirok menjadi Ibukota ibukota Tapsel, namun diberbagai sektor dinilai masih terkesan lamban dengan perkembangannya. Sehingga, momen hari jadi ke-75 ini, Yayasan Tabagsel Institvte menggelar lokakarya tentang  ‘Strategi Pengembangan Kota Sipirok Sebagai Ibukota Kabupaten Tapanuli Selatan Untuk Peningkatan Kesejahteraan Rakyat’.

Kegiatan lokakarya ini dijadwalkan digelar pada Selasa (25/11/2025) di Sopo Namora, Kelurahan Baringin, Kecamatan Sipirok.

Ketua Panitia Ayub Suleman Pulungan, didampingi bendahara Yusanti Anwar pada wartawan Sabtu (22/11/2025) menyebut, lokakarya ini digelar untuk menghimpun gagasan dari para ahli dan pemangku kepentingan dalam mempercepat pembangunan Kota Sipirok sebagai pusat pemerintahan dan simpul ekonomi baru.

BACA JUGA..  Rencana Pembangunan Daerah Tapsel Diharapkan Selaras dengan Progam Nasional dan Pemprov Sumut

“Adapun maksud dan tujuannya ialah, menghimpun pemikiran dari beragam ahli demi memajukan pengembangan Kota Sipirok sebagai ibu kota kabupaten Tapsel. Memberikan masukan dan umpan balik kepada Pemkab Tapsel, dalam penyempurnaan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) serta penyiapan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kota Sipirok,” terang Ayup.

Selain iti, juga mendorong tumbuhnya pusat niaga dan kawasan wisata baru, termasuk mempercepat penyediaan rumah layak huni bagi masyarakat Kota Sipirok sebagai upaya peningkatan kesejahteraan rakyat.

BACA JUGA..  Gubsu Dorong Pembiayaan UMKM, Gus Irawan Gandeng Bank Sumut Bantu Warga dari Jerat Kredit Berbunga Tinggi

“Lokakarya ini akan membahas tiga sektor prioritas, yakni pengembangan pariwisata, pengembangan pertanian, dan pengembangan perkotaan yang meliputi pemukiman, pusat niaga hingga infrastruktur pendukung lainnya,” terangnya.

Untuk memperkaya materi, sejumlah tokoh dan pakar dijadwalkan hadir sebagai pembicara. Mereka adalah, Bupati Tapsel, Gus Irawan Pasaribu,  sebagai Keynote Speaker, Guru Besar IPB sekaligus Rektor Perbanas Institute,  Hermanto Siregar, Ahli manajemen Strategis Universitas Muhammadiyah Jakarta  Eddy Irsan Siregar, MM.

Ada juga Chandra Indra Sakti Rambey, Direktur PT Provalindo yang juga merupakan ahli dari REI Jakarta.  Dwi Lindarto Hadinugroho, pakar perencanaan wilayah dari Universitas Sumatera Utara. Asep Wardayanto, pelaku pengembangan perumahan, serta Ayub S. Pulungan, penggiat pengembangan kopi Sipirok.

BACA JUGA..  Tapsel Genjot Digitalisasi Layanan Publik Melalui Penerapan Transaksi Non Tunai

Sebagian besar pembicara adalah perantau asal Sipirok. Setidaknya mereka mempunyai akar historis dengan Sipirok, atau memiliki  kepedulian, kepakaran, dan pengalaman profesional yang relevan dengan pengembangan Kota Sipirok.

“Melalui lokakarya ini, Yayasan Tabagsel Institute berharap lahir rekomendasi strategis yang dapat menjadi rujukan pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan Kota Sipirok sebagai ibu kota kabupaten yang modern, berdaya saing, maju, mampu bangkit dan memberi manfaat langsung bagi kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Kegiatan ini juga diharapkan menjadi momentum kolaborasi antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat dalam mewujudkan Sipirok sebagai pusat pertumbuhan baru di Tapanuli Selatan. (msp)