IKLAN IKLAN

Teror Warga Medan Denai Pakai Senpi, 4 Pria Remaja Ditangkap

Keempat remaja pria yang mengancam warga dengan senpi, diamankan di Polsek Medan Area. (Ist/Sumutpost.)

MEDAN, Sumutpost.id – Kepanikan pecah di Jalan Raya Menteng, Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai, jelang dini hari Rabu (1/4/2026). Empat remaja yang diduga membawa benda menyerupai senjata api (senpi) membuat resah warga setelah mengancam dua pria yang melintas di kawasan tersebut.

Insiden mencekam itu terjadi saat salah satu korban, Bambang, baru keluar dari sebuah warung. Tanpa diduga, ia dihentikan oleh sekelompok remaja yang bersikap agresif.

BACA JUGA..  Dit Samapta Polda Sumut Tangkap 3 Geng Motor Bersenjata Tajam

“Tiba-tiba mereka nyuruh berhenti sambil maki-maki. Saya nggak kenal siapa mereka. Mereka pakai tangan nyuruh berhenti, tapi saya lihat ada benda seperti senjata. Saya nggak tahu asli atau tidak,” ungkap Bambang, masih terlihat syok.

Merasa terancam, Bambang berusaha melindungi diri dengan mengambil batu di sekitar lokasi. Aksinya mendapat dukungan dari seorang penjual bandrek yang berada tak jauh dari tempat kejadian. Keduanya kemudian mencoba menghadang para pelaku.

BACA JUGA..  Divonis Hakim 3 Bulan Penjara JPU  Banding, Terdakwa Kades dan Sekdes Pengambatan Belum Ditahan

Teriakan dan kegaduhan sontak memancing perhatian warga sekitar. Tanpa menunggu lama, warga bergerak cepat melakukan pengejaran terhadap keempat remaja tersebut. Aksi kejar-kejaran pun terjadi hingga akhirnya para pelaku berhasil diamankan di depan salah satu minimarket.

Beruntung, tidak ada korban luka maupun kerugian materi dalam peristiwa ini. Namun, ketegangan yang terjadi meninggalkan trauma bagi korban dan warga sekitar. “Kami syok, tapi bersyukur warga cepat bertindak,” tambah Bambang.

BACA JUGA..  Kejari Tebingtinggi Tetapkan Dua Tersangka Korupsi Proyek Konsultan Perencanaan BPBD TA 2021

Keempat remaja tersebut kini telah diamankan di Polsek Medan Area untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga turut meminta keterangan dari kedua korban guna mengungkap motif di balik aksi pengancaman tersebut.

Hingga saat ini, aparat kepolisian masih mendalami apakah benda yang dibawa pelaku merupakan senjata api asli atau hanya replika. Polisi juga menyelidiki kemungkinan adanya keterkaitan dengan aksi kriminal lain yang meresahkan masyarakat. (msp)