SEMBAHE, Sumutpost.id – Desa Sembahe, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang terjadi longsor, Selasa malam (7/4/2026) sekira pukul 22.00 Wib. Dalam peristiwa itu 8 Rumah warga mengalami kerusakan parah akibat tertimbun tanah longsor.
Selain rumah, 6 orang warga ikut menjadi korban tertimbun tanah longsor, 5 orang dinyatakan meninggal dunia dan 1 orang mengalami luka parah dan sudah di evakuasi ke rumah sakit terdekat di wilayah Kecamatan,Pancur Batu.
Diketahui ke lima korban yang meninggal dunia itu yakni Gobal Sembiring (39), Riski (14), Suami istri Boy Simorangkir (51), Jamila Ginting (48) Rosmawati (49), dan satu korban dinyatakan selamat yakni Sehat Tarigan (70) perempuan, ibu dari Gobal.
Seluruh korban langsung dirujuk ke rumah sakit di pancurbatu. Selanjutnya, Petugas melakukan evakuasi dilokasi dengan menggunakan Ekskavator milik PT Key Key Cahaya Gemilang.
Imbas dari longsor ini jalan Medan-berastagi mengalami Kemacetan parah lantaran kendaraan berhenti tidak bisa melintas karena badan jalan penuh dengan air dan tanah.
Dansat Brimob Polda Sumut Kombes Rantau Isnur Eka mengatakan, seluruh korban sudah dievakuasi. Saat ini, Brimob Polda Sumut, bersama tim gabungan akan melakukan evaluasi dan analisa titik longsor.

Adapun langkah-langkah yang pertama dilakukan setelah evakuasi, mengisolasi titik longsor.
Sebab, masih ada mahkota longsor atau tebing menganga di atas pemukiman warga.
“Langkah selanjutnya yang akan kami lakukan adalah yang paling utama karena kita analisa dan evaluasi masih ada mahkota longsor.
Oleh sebab itu yang paling utama kita melakukan isolasi daerah tersebut dan yang paling utama, untuk menghindari korban lanjutan,”kata Dansat Brimob Polda Sumut Kombes Rantau Isnur Eka, Rabu (8/4/2026).
Untuk pengikisan tebing retakan, rencananya akan dikikis secara manual oleh personel.
Kenapa manual, lanjut Rantau, karena jika menggunakan alat berat dikhawatirkan getarannya menimbulkan retakan tambahan.
Nantinya, jika retakan sudah diratakan akan dilakukan penyisiran area.
“Setelah kita isolasi kita akan menunggu, mengasistensi 2 atau 3 jam ke depan apakah mahkota longsor sudah benar-benar berhenti. Kalau sudah berhenti, maka kita akan melaksanakan langkah penyisiran, pengikisan mahkota di puncaknya supaya lebih landai,”ungkapnya.

Dalam operasi bencana ini, Sat Brimob Polda Sumut, dan tim gabungan mengerahkan 200 personel. Mereka sudah bekerja sejak Selasa malam, hingga hari ini.
“Karena getaran dari alat berat ini cabut mengakibatkan longsor susulan itu yang akan kita evaluasi dan kita pantau 2-3 jam ke depan. Personil itu ada 150 sampai 200 gabungan.”
Diketahui sebelumnya, hujan deras mengguyur wilayah Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, mengakibatkan tanah longsor, tepatnya di Desa Sembahe, Jalan Letjen Jamin Ginting, Selasa (7/4/2026) malam.
Hujan lebat juga mengakibatkan pohon di pinggir jalan tumbang dan arus lalulintas sempat tertutup sementara. (msp)







