IKLAN

Sumbangan Korban Bencana Tanah Longsor Desa Doulu Diendapkan, Kades Malah Belanja Drumband 

Kacabdis Pendidikan Salman Tanjung: Kok Bisa Begitu, Apa Tak Takut Dosa Mereka Itu?

Dokumentasi saat penyerahan sumbungan/donasi dari Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV Provinsi Sumut Salman Tanjung S.Sos M.AP kepada perwakilan perangkat Pemerintah Desa Doulu dan Pemerintah Desa Semangat Gunung. (Dok/Ist/Sumutpost.id)

KARO, Sumutpost.id – Pasca musibah bencana alam tanah longsor yang terjadi di Desa Doulu, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo pada hari Minggu (24/11/2024) lalu, Selain merenggut korban jiwa, musibah tersebut juga mengakibatkan dua rumah, satu penginapan, dan satu rumah ibadah mengalami kerusakan parah.

Akses jalan penghubung Desa Semangat Gunung menuju Desa Doulu terputus total. Lahan pertanian juga mengalami kerusakan, sehingga menggugah rasa keprihatinan yang mendalam dari berbagai kalangan.

Khususnya terhadap para korban terdampak bencana tanah longsor ada beberapa warga korban yang rumahnya mengalami kerusakan berat dan juga ada yang terpaksa kehilangan tempat tinggal disapu material longsor.

Masih melekat di ingatan kita, sebagai bentuk rasa keprihatinan dan kepedulian terhadap sesama, Salman Tanjung S.Sos, MAP Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV Provinsi Sumut, menyempatkan diri berkunjung ke Desa Doulu dan Desa Semangat Gunung untuk menemui para korban bencana di dua desa tersebut.

BACA JUGA..  Kadis LHK Sumut Dilaporkan ke Poldasu Terkait Pembongkaran Pagar Seng Tambak di Deliserdang

Kala itu, Salman Tanjung menyerahkan sumbangan sebesar Rp.48.065.000,-  kepada Pemerintahan Desa Doulu dan Rp.70.000.000,- kepada Pemerintah Desa Semangat Gunung. Seraya berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban terhadap keluarga korban yang terdampak bencana alam tanah longsor.

Mirisnya, hingga saat ini uang sumbangan yang diserahkan ke pemerintah Desa Doulu, sama sekali belum disalurkan kepada para korban bencana alam tanah longsor. Anehnya lagi, uang sumbangan yang sejatinya dibagikan kepada para korban bencana malah disumbangkan ke pihak sekolah SD Negeri Desa Doulu sebesar Rp.13.000.000,-  yang katanya dibelanjakan untuk pengadaan alat drumband dan sisanya masih disimpan di laci meja kantor kepala pemerintah Desa Doulu.

BACA JUGA..  Alibina Gursing Minta Polres Binjai Usut Pelemparan Batu ke Rumahnya
Justin Ginting Kades Daulu (senyum paling kiri) bersama perangkat desa lainnya saat menyerahkan drumband kepada SD Negeri dari sumbangan Kacabdis Pendidikan Wilayah IV Sumut untuk korban tanah longsor. (Dok/Ist/Sumutpost.id)

Hal itu diketahui, berdasarkan pengakuan Justin Ginting Kepala Desa Doulu, saat diminta keterangan oleh wartawan.

“Ya benar, sisanya memang belum diserahkan kepada warga terdampak bencana alam tanah longsor, sebagian sudah kami belikan alat drumband untuk sekolah SD, ini sisanya masih di laci meja saya,” kata Dades rada emosi, sambil memperlihatkan sisa uang yang diambil dari laci mejanya masih terbungkus rapi plastik asoy warna hitam.

Dilain tempat, mengetahui uang sumbangan tidak disalurkan pada korban bencana alam,  Kacabdisdik Salman Tanjung, terkejut mendengar hal itu saat dimintai tanggapannya oleh awak media, Sabtu (15/2/2025)

BACA JUGA..  Gugur di Papua Saat Tugas, Dandim 0204 DS Sambut Jenazah Prajurit Yonif 141 AYJB di Bandara Kualanamu

“Waahh kok bisa begitu, sumbangan yang di kumpulkan dari sejumlah guru – guru dan siswa/siswi itu kenapa tidak digunakan sebagaimana mestinya. Seharusnya kan bisa  gunakan ke dapur umum kemarin itu. Atau bisa juga dibagikan ke korban bencana longsor untuk dibelikan sembako atau keperluan lainnya karna  banyak warga yang saat itu nginap di kantor Desa. Kok malah dibelikan alat drumband dan sisanya masih diendapkan, apa gak takut dosa mereka itu.” Kesal kacabdisdik.

Justin Ginting Kades Daulu saat dikonfirmasi lagi soal uang sumbangan tersebut, langsung memblokir nomor kontak kru Sumutpost.id. (msp)