IKLAN

IKLAN

Siswi Korban Keracunan MBG di Berastagi Kritis, Dirujuk ke RSU Haji Medan

Mondisi F siswi korban keracunan MBG Berastagi saat di ICU. (Ist/Sumutpost.id)

KARO, Sumutpost.id – Seorang siswi SMK Bersama Berastagi berinisial F yang menjadi korban keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (13/8/2026) lalu, kini menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum (RSU) Haji Medan.

Saudara kandung F, berinisial C (19 tahun), menjelaskan kondisi adiknya yang menjadi korban keracunan MBG sebelum dirujuk untuk menjalani perawatan di RSU Haji Medan.

“Awalnya masuk RSU Kabanjahe, adik saya keluar dari RSU Kabanjahe Sabtu sore, keluar dari RSU dia masih harus digandeng untuk jalan,” ujarnya, Rabu (19/8/2026).

C mengatakan saat keluar dari RSU Kabanjahe kondisi F masih sangat lemas sekali dan untuk berjalan saja tubuhnya membungkuk karena mengeluh di area perutnya yang masih sangat sakit.

Keesokan harinya atau Minggu (16/8/2026), adiknya sempat muntah-muntah saat berada di rumah. Setelah itu, tubuh adiknya mengalami kejang-kejang.

“Kami antarlah adik saya ke Rumah Sakit (RS) Efarina Etaham Berastagi pada Minggu sore, dan kami baru mendapatkan ruangan untuk adik kami pada Senin (17/8/2026) pukul 03.00 WIB,” katanya.

BACA JUGA..  Reskrim Polsek Medan Tembung Tembak Residivis Spesialis Pencurian Kekerasan

Setelah dirawat, C menyebutkan jika adiknya kembali mengalami kejang-kejang. Saat itu F ditemani ayah dan adiknya dan langsung memberikan kabar kepada keluarga yang sedang berada di rumah.

Mendapat kabar itu, ibunya langsung mendatangi RS Efarina Etaham Berastagi dan disebutkan banyak dokter yang mengecek kondisi F saat itu. Ia bersama keluarganya yang lain pun segera menuju RS.

“Saat saya sampai, kebetulan adik ini sudah dipindahkan ke ruangan Intensive Care Unit (ICU). Selasa paginya langsung dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat (RUSP) H Adam Malik Medan,” katanya.

BACA JUGA..  Kereenn...Ngurus Surat Keterangan Pindah Sekarang Bisa Via Online Tanpa Harus ke Kantor Disdukcapil Karo

Tak lama, C pun kembali mendapatkan kabar jika adiknya yang berusia 16 tahun itu telah dipindahkan ke RSU Haji Medan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut di rumah sakit tersebut.
“Kondisi adik saya masih kritis dan saat ini masih berada di ruangan Neonatal Intensive Care Unit (NICU),” akunya. (msp)