IKLAN

Puluhan Murid SD Laki-Laki Korban Rudapaksa di Karo, Anggota DPRD Raja Edward Sebayang Minta Aparat Terapkan Hukum Kebiri

Anggota DPRD Karo Raja Edward Sebanyang. (Daris Kaban/Sumutpost.id)

KARO, Sumutpost.id – Tanah Karo sedang tidak baik – baik saja. Belum lupa diingatan kejadian kasus exploitasi anak dibawah umur dimana dua orang korban dan 4 orang telah ditetapkan sebagai tersangka, saat ini kasusnya masih ditangani Unit PPA Satreskrim Polres tanah karo.

Kemarin, Selasa (4/2/2025) masyarakat Karo kembali dikejutkan lagi dengan kasus baru, yaitu tindak pidana pencabulan yang diduga dilakukan oleh seorang pria berinisial OSM (35) warga Desa Tanjung Merawa, terhadap puluhan korban anak laki laki siswa sekolah dasar (SD) Desa Tanjung Merawa, Kecamatan Tiganderket, Kabupaten Karo.

Tanpa pikir panjang, para korban dan puluhan orang tua didampingi Kades Tanjung Merawa, mendatangi Mapolres Tanah Karo, membuat laporan pengaduan kasus pencabulan terhadap anak dibawah umur.

BACA JUGA..  Polda Sumut Ungkap 25 Kasus Narkoba Selama Sepekan

Kedatangan korban beserta orang tua langsung disambut hangat Kasat Reskrim Polres Tanah Karo AKP Ras Maju Tarigan. Tanpa menunggu lama para korban langsung diarahkan ke ruangan unit PPA untuk dimintai keterangan oleh pihak penyidik, Selasa (4/2/2025) sekira pukul 10.30 Wib.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pasca dilaporkan dihari yang sama, hitungan jam personil Satreskrim Polres Tanah Karo dibawah komando Kasat Reskrim AKP Ras Maju Tarigan berhasil menangkap terduga pelaku pencabulan berinisial OSM, dari persembunyiannya di Desa Tanjung Merawa, Kecamatan Tiganderket, Kabupaten Karo, Selasa (4/2/2025) Sore.

OSM, terduga pelaku pencabulan (sodomi) kepada puluhan murid SD di Kabupaten Karo. (Ist/HO/Sumutpost.id)

Mengetahui kejadian tersebut, Anggota DPRD Karo Raja Edward Sebanyàng merasa turut prihatin terhadap anak-anak para korban pencabulan. Selain mengungkapkan rasa keprihatinan yang mendalam pihaknya juga berharap agar penanganan kasus tersebut diusut tuntas oleh kepolisian demi tegaknya supremasi hukum yang berkeadilan.

BACA JUGA..  Pencuri Sepeda Motor di Depan Masjid Tanjung Morawa Ditembak Polisi

“Mendengar ada kejadian ini, saya pribadi merasa turut prihatin kepada anak anak korban pencabulan dan kususnya terhadap para orang tua korban. Kita berharap penanganan kasus ini diungkap tuntas oleh aparat penegak hukum. Pelaku sudah layak diterapkan pidana kebiri. UU sudah mengatur dan sudah ada pelaku yang dieksekusi. Mudah-mudahan APH di Tanah Karo berani terapkan demikian,” ujarnya.

“Mungkin saja tidak hanya anak anak yang 10 orang ini jadi korbannya, kita kan belum tau pastinya. Kita berharap para orang tua yang ada di Desa Tanjung Merawa pandai pandai menanyakan kepada anak anak mereka, jika memang pernah mengalami hal yang sama jangan takut untuk melaporkan kepihak berwajib,” kata Raja Edward Sebayang tokoh seniman pencipta lagu Karo yang juga menjabat sebagai ketua dewan penasehat Forsase (Forum sosial seniman) saat ditemui di ruang kantor DPRD Karo.

BACA JUGA..  Besok Diskotik Marcopolo Dibongkar Satpol PP Deliserdang

Raja Edward Sebayang mantan ketua Apdesi (Asosiasi pemerintah Desa Kab Karo) juga menambahkan, pihaknya akan menyampaikan, menghimbau ke Dinas Pendidikan Karo dan Komisi Perlindungan Anak (KPA) agar segera menghadirkan tim ahli psikologhi untuk memulihkan trauma pada anak anak korban pencabulan. Pungkasnya. (msp)