SUMUTPOST.ID – Prediksi Swansea vs Udinese dalam laga Club Friendlies ,Como 1907 akan membuka rangkaian pramusim 2026/2027 dengan menghadapi Paris FC dalam pertandingan persahabatan di Stadio Giuseppe Sinigaglia, Jumat (24/7/2026), kick-off pukul 15.30 WIB. Meski tidak memperebutkan poin, duel ini menjadi ajang penting bagi kedua tim untuk mengukur kesiapan sebelum memasuki musim kompetisi yang sesungguhnya.
Bagi Lariani, julukan Como, laga ini menjadi kesempatan pertama memperlihatkan perkembangan tim racikan Cesc Fàbregas setelah menjalani musim yang mengesankan di Serie A. Sementara itu, Paris FC datang dengan kepercayaan diri tinggi usai promosi ke Ligue 1 dan ingin menguji kualitas mereka melawan salah satu tim yang sedang berkembang pesat di Italia.
Como diperkirakan tetap mengedepankan filosofi bermain yang menjadi ciri khas Fàbregas, yakni mendominasi penguasaan bola, membangun serangan dari lini belakang, serta menerapkan pressing tinggi ketika kehilangan bola.
Laga pramusim menjadi momentum bagi pelatih asal Spanyol itu untuk melihat efektivitas skema permainan sekaligus memberi menit bermain kepada sejumlah pemain baru maupun pemain muda. Selain mengejar hasil positif, Como juga akan berfokus menjaga intensitas permainan dan kekompakan antarlini.
Di sisi lain, Paris FC diprediksi tampil lebih pragmatis. Wakil Prancis itu kemungkinan mengandalkan organisasi pertahanan yang rapat sebelum melancarkan serangan balik cepat saat berhasil merebut bola.
Como dan Paris FC belum pernah bertemu, baik dalam pertandingan resmi maupun laga persahabatan. Dengan demikian, duel di Giuseppe Sinigaglia akan menjadi pertemuan pertama dalam sejarah kedua klub.
Kondisi tersebut membuat kedua tim sama-sama minim referensi sehingga kemampuan beradaptasi terhadap ritme permainan lawan akan menjadi salah satu faktor penentu.
Statistik yang Patut Diperhatikan
Como memasuki musim baru dengan modal performa yang terus menanjak sejak promosi ke Serie A. Bermain di kandang sendiri tentu menjadi keuntungan bagi Lariani, terutama dalam membangun tempo permainan yang selama ini menjadi kekuatan utama mereka.
Sementara itu, Paris FC datang sebagai salah satu pendatang baru Ligue 1 dengan ambisi besar. Pramusim menjadi fase penting bagi klub ibu kota Prancis tersebut untuk meningkatkan chemistry antarpemain sekaligus membiasakan diri menghadapi lawan dengan kualitas yang lebih tinggi.
Pertandingan ini diperkirakan akan memperlihatkan dua pendekatan yang berbeda.
Como kemungkinan menguasai jalannya pertandingan melalui sirkulasi bola yang cepat, rotasi gelandang, serta pergerakan aktif para full-back untuk menciptakan keunggulan jumlah di area sayap maupun half-space.
Sebaliknya, Paris FC diprediksi lebih memilih menunggu di area sendiri sebelum memanfaatkan ruang kosong yang ditinggalkan pemain Como ketika menyerang. Kecepatan para pemain depan akan menjadi senjata utama tim tamu dalam melancarkan transisi.
Jika pressing Como berjalan efektif sejak menit awal, Paris FC diperkirakan akan kesulitan mengembangkan permainan. Namun apabila tim tamu mampu melewati tekanan pertama, mereka berpeluang menciptakan ancaman melalui serangan balik.
Pertama, duel di lini tengah. Tim yang mampu menguasai perebutan bola kedua akan lebih mudah mengontrol tempo pertandingan.
Kedua, efektivitas pressing Como. Apabila skema tekanan tinggi berjalan sesuai rencana, Paris FC akan dipaksa bermain lebih langsung.
Ketiga, penyelesaian akhir. Mengingat kedua pelatih kemungkinan melakukan rotasi besar selama pertandingan, efektivitas memanfaatkan peluang diprediksi menjadi pembeda.(*)







